Jumat, 23 Juni 2017

Dead Poet Society


Review Film
Judul : Dead Poet Society
Sutradara : Peter Weir
Penulis Skenario : Tom Schulman
Pemain : Robin Williams, Robert Sean Leonard, Ethan Hawke, Josh Carles.
Tahun : 2 Juni 1989
Asal : Amerika Serikat

Sinopsis :
Kisah ini bermula dari 7 siswa yang bersekolah di Akademi Welton, yakni salah satu sekolah elite yang ada di Amerika Serikat. Mereka adalah Neil, Todd, Knox, Charlie, Richard, Steven, dan Gerard. Mereka merasakan ketidak nyamanan ketika bersekolah di sana, karena peraturan yang ketat dan kolot. Hingga suatu hari mereka bertemu dan dididik oleh seorang guru yang berbeda, nyentrik, bahkan unik pemikirannya. Beliau adalah Mr. John Keating. Beliau mengajar Sastra Inggris dan metode pengajarannya pun unik beda dari guru – guru lain yang terasa membosankan dan kolot. Dan karena itu, pemikiran mereka mengenai ilmu pengetahuan pun berubah. Suatu hari, Neil dan teman – temannya menemukan buku tua, buku tersebut berisi salah satu profil guru sastra Inggris mereka, yup Mr John Keating pernah memiliki club rahasia yang diberi nama Dead Poet Society, di mana anggotanya menyukai dan gemar membaca puisi, serta memiliki sudut pandang yang berbeda akan suatu hal. Karena hal ini, Neil dan teman – teman memiliki ide untuk membentuk sebuah klub yang sama.

Review :


Yup, film ini memang film lama. Keluaran tahun 89, tapi jangan salah. Film ini termasuk salah satu film terbaik. This movie is old but gold! Semua orang, khususnya seseorang yang berprofesi sebagai guru maupun tenaga pengajar seperti dosen. Film ini banyak mengandung pesan moral mengenai pendidikan, mimpi, dan bakat seseorang. Lewat film ini, kita bisa melihat bahwa sang suradara menyindir pemikiran kuno dan kolot pada masanya. Dengan jargon yang khas, yakni Carpe Diem (seize the day = gapai hari) penonton akan bisa merasakan bahwa pendidikan pada masa tersebut sangatlah ketat dan kolot. Sosok Keating sebagai guru sastra Inggris mengajarkan murid – muridnya untuk mengetahui bagaimana cara kita menikmati hidup, mencintai hidup, mencintai diri sendiri, mengejar mimpi kita dan bagaimana kita menjalani hidup kita sesuai dengan passion, karena hal itu yang menjadikan kita “hidup” dan mencintai hidup kita. Tidak hanya itu, film ini juga mengajarkan kita pentingnya kita memiliki mimpi, film ini juga mengajarkan arti pertemanan. Dan saya juga memimpikan, bahwa suatu hari saya bisa menemukan sosok guru seperti Mr. Keating dengan pemikirannya revolusioner.


0 komentar:

Posting Komentar