Minggu, 11 Juni 2017

Refleksi Perayaan Dies Natalies UKM Fordimapelar UNTAG Surabaya

      Sabtu, 10 Juni 2017 kami merayakan hari jadi UKM Fordimapelar yang ke-26. Acara tersebut terbilang sederhana namun juga berkesan. Saya sebagai anggota Fordimapelar angkatan 2016 tidak bisa mengikuti kegiatan acara sampai selesai karena harus pulang mendahului teman – teman yang lain. Pertama, acara dibuka dengan sambutan dari pembina UKM Fordimapelar, Prof. Dr. Arif Darmawan, SU. Dan tak lupa alumni UKM Fordimapelar juga memberikan sambutan, mas Izul namanya. Beliau angkatan 2001. Beliau menceritakan sepak terjang yang luar biasa di UKM Fordimapelar. Beliau hebat, saya dibuat terpukau oleh pengalaman yang ia dapat di Fordimapelar Lalu, kemudian berlanjut dengan kegiatan doa bersama, selanjutnya melakukan pemotongan tumpeng yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan buka bersama. Acara tersebut didatangi dengan alumni, anggota, dan pengurus UKM Fordimapelar periode 2016-2017. 

Setelah buka bersama, acara berlanjut dengan diadakannya sholat tarawih dan masuk kepada puncak acara, yaitu malam gempar. Malam gempar berisi di mana demisioner UKM Fordimapelar berbagi pengalaman – pengalamannya selama ada di Fordimapelar. Malam itu, demisioner yang akrab disapa mas Adit membagikan penglamannya selama ia ada di Fordimapelar. Mas Adit adalah alumni angkatan 2011. Ada perkataan mas Adit yang cukup menohok, seperti “Tujuan kalian apa di Fordi? Di Fordi nggak ada yang enak. Apa jangan – jangan kalian cuma patung yang menemani patungnya Fordi? Apa jangan – jangan kalian nggak “kanggo” (berguna)? Kalau kalian nggak niat, mending kalian keluar mulai dari sekarang!” begitulah lebih kurang perkataan mas Adit pada malam tersebut. Pada saat itu, saya tidak berani mengacungkan tangan, karena saya adalah tipikal orang yang tidak bisa speak up di depan umum. Maka dari itu saya menyimpan kata – kata saya. Perkataan dan pernyataan mas Adit menjadi bahan refleksi bagi saya. Saya mempertanyakan kembali tujuan saya di Fordimapelar. Pada awalnya, saya tidak tahu menahu mengenai apa itu Fordimapelar, untuk membayar rasa penasaran saya, saya harus masuk dalam UKM tersebut. Akhirnya, saya tahu bahwa UKM Fordimapelar adalah UKM yang melatih nalar kita agar berpikir kritis. Sudahkah saya mendapatlan hal itu? Sejujurnya, masih belum. Tidak, bukan salah Fordi, tapi salah saya karena saya kurang berlatih. Apa yang saya cari di Fordi? Saya mencari keluarga baru, sahabat baru, sahabat yang lintas jurusan agar kita bisa berbagi dan bertukar pengalaman terlebih saya jurusan Sastra dan pada angkatan saya, hanya saya saja yang dari sastra. Sudahkah saya menemukan hal itu? Sedikit demi sedikit sudah, saya sudah menemukan keluarga dan kerabat baru meskipun belum sepenuhnya dekat, terlebih dengan angkatan yang terdahulu karena saya pun adalah tipikal orang yang introvert. Pertanyaan dan pernyataan mas Adit tersebut cukup menyentil saya. Mempertanyakan apa – apa sajakah tujuan saya dan apa – apa sajakah yang saya sudah capai di Fordi. Saya belum berhasil untuk mencapai suatu apapun. Tapi saya akan tetap belajar. Saya dahulu adalah orang yang awam terhadap organisasi, semasa saya duduk di bangku SMP hingga SMA saya tidak pernah bergabung dalam OSIS. Dan Fordi sudah memberikan saya pengalaman organisasi yang luar biasa.

Sejujrunya Fordimapelar bukanlah zona nyaman saya, saya menantang diri saya untuk keluar dari zona nyaman. Saya juga minder, karena melihat anggota – anggota Fordimapelar yang luar biasa dalam debat, speak up, retorika, bernalar, dan lain lain. Dan saya bertanya – tanya pada diri saya, mengapa saya begitu gugup bila berbicara di depan umum? Mengapa ketika saya menulis, isi kepala saya bisa keluar bertumpah – ruah? Kalau semalam saya berani bilang, mungkin saya akan mengatakan hal ini pada mas Adit “Tujuan saya mengikuti Fordi adalah karena pada awalnya saya tidak memiliki gagasan apapun mengenai Fordimapelar itu apa dan saya sangat suka menulis, saya ingin menyalurkan kegemaran saya di Fordi, serta saya ingin belajar mengenai jurnalistik. Saya ingin belajar berorganisasi, dan juga saya ingin mencari rumah kedua, keluarga baru, dan sahabat baru,” ya, mungkin itu yang akan saya katakan. Yah, sayangnya saya tidak memiliki keberanian yang cukup, maka dari itu saya menyalurkannya melalui tulisan. 

Kadang terlintas di benak saya, apa mungkin suatu hari nanti saya bisa bercakap di depan umum tanpa ada rasanya gugup? Apa mungkin saya bisa menjadi orang yang lebih supel? Apa jangan – jangan selama ini teman – teman dan angkatan atas (demisioner) merasa repot memiliki anggota seperti saya? Saya minta maaf yang apabila saya orangnya sulit untuk diajari, sulit untuk diarahkan. Tetapi yang jelas, hal itu bercokol di pikiran saya mengenai tujuan – tujuan saya ada di Fordi.

Pada hari jadi Fordimapelar yang ke-26 ini, saya harap UKM Fordimapelar bisa menciptakan kader kader penerus organisasi yang luar biasa, semoga. Dan tak lupa, saya akan tetap belajar untuk lebih berani lagi. Karena saya lebih suka mengeluarkan isi kepala saya melalui tulisan daripada berbicara. Untuk Fordimapelar, terima kasih karena di tempat ini saya belajar banyak hal. Terima kasih dan insya’Allah saya akan terus berproses dan belajar. 


Salam hangat,

Mega Fadilla.

0 komentar:

Posting Komentar