Nada memiliki tangga nadanya, dari
nada rendah hingga nada tinggi. Jika setiap nada itu tergabung dan teralun
menjadi sebuah lirik yang mengalun dengan sentuhan syair yang mengiringinya,
akan terbentuk nyanyian yang indah dan memiliki makna, tapi tiba-tiba nada itu
berhenti.
Nada itu tak lagi teralun dengan
iringan biola dari tangan ini. Hanya tangis yang terdengar sekarang
ini. Tak ada lagi yang terlihat tersenyum dan tepuk tangan dari mereka.
Isak tangis yang mengiringi dan
kehawatiran yang tergambar dari raut wajah mereka.
Sendu yang terpancar setiap
detiknya, mendung yang selalu nampak bersama sang mentari dan redupnya bintang
bersamaan dengan bulan yang hilang tertutup awan hitam yang melintasinya.
Aku ingin bisa berlari kembali, aku
juga ingin bisa tersenyum bersama mereka dan mengalunkan nada biola ini bersama
mereka (selengkapnya...)
0 komentar:
Posting Komentar