Berbicara tentang integritasi sosial berarti berbicara tentang kesatuan seluruh
Masyarakat yang ada di Indonesia. Kesatuan yang bulat dan utuh demi untuk
terwujudnya Masyarakat yang harmonis dan rukun. Integrasi Sosial di Indonesia kini
mulai menunjukkan penurunannya, Kelompok masyarakat satu dengan lainnya seolah
kurang memiliki rasa solidaritas, Toleransi dan sudah melupakan nilai – nilai luhur
serta norma yang menjadi panutan sejak zaman dulu. Penurunan ini Mungkin dapat
disebabkan oleh Kurang Pahamnya Masyarakat Indonesia Tentang isi dan kandungan
Pancasila sebagai ideologi negara ini. Lucu memang, Jika mengingat Pancasila selalu
diajarkan dari mulai SD sampai Masuk Universitas. Selain hal itu Penurunan nilai
Integrasi Sosial juga diakibatkan oleh Perkembangan zaman yang semakin modern
yang mempengaruhi masyarakat secara tidak langsung.
Modernisasi massal telah merambah ke berbagai lini kehidupan masyarakat,
baik dikota ataupun di desa. Baik berupa teknologi, tren dan fashion. Modernisasi
dibidang teknologi tentu menjadi hal yang sangat dinanti – nantikan oleh masyarakat,
yang mana dengan teknologi tersebut akan sangat bermanfaat bagi kehidupan
Masyarakat sehari - hari, Meringankan pekerjaan dan menambah wawasan, Namun
jika melihat yang terjadi saat ini, sangking merasa dimudahkannya oleh teknologi
masyarakat seakan lupa tentang Integritasi Sosial.
Zaman semakin modern. berbagai informasi pun telah mudah didapatkan
dengan cepat, namun belum tentu akurat. Masyarakat memang harus dituntut untuk
mampu menjadi Pembaca, Pengamat dan Penilai yang kritis tentang isu-isu sosial yang
terjadi dalam masyarakat sekarang ini. Karena Isu-isu yang tersebar Belum tentu
kebenaran dan jelas pertanggungjawabannya, yang mampu menimbulkan presepsi
presepsi ambigu, penyebab terjadinya kesalahpahaman dan berujung bentrok atau
pertikaian antar Masyarakat.
Perkembangan teknologi yang paling berperan penting dalam memainkan
mindset Masyarakat adalah Teknologi Informasi komunikasi, Sebut saja internet dan
Medsos atau media sosial. Media sosial sendiri sebenarnya adalah sebagai wadah
masyarakat yang ingin sekedar sharing, mencari teman ataupun tempat bertukar
informasi, mengemukakan pendapt atau opini dsb. Disana kita dapat memperoleh
berbagai informasi terpopuler dan terupdate dari jagad dunia hiburan ataupun dunia
perpolitikan Indonesia.
Media sosial yang dapat digunakan masyarakat untuk menyuarakan aspirasi,
opini dan kritik. Positif memang, karena dengan adanya medsos Suara Rakyat akan
semakin cepat sampai ke telinga Pemerintah. Penggunanaan teknologi informasi satu
ini memang tidak mengenal batas waktu kapan dan dimanapun masyarakat dapat
mengakses informasi – informasi yang tersedia. Asyik memang, namun tahukan jika
Medsos dapat menyebakan masyarakat Indonesia melupakan nilai - nilai luhur dan
integritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Lewat media sosial Masyarakat yang
memiliki kepentingan – kepentingan tertentu dapat memengaruhi Masyarakat secara
tidak langsung, mungkin dengan informasi - informasi yang bersifat provokatif dan
mengacu pada hal Perpecahan antar warga Masyarakat,
Media sosial telah menciptakan budaya Masyarakat Kekinian, Masyarakat
terkini, yang selalu up to date dengan tren-tren yang menyebar, tingkat Narsisme yang
tinggi, atau bisa juga disebut masyarakat yang sejalan dengan perkembangan mode
atau tren saat itu. Media sosial semestinya menjadi media yang benar – benar sosial,
dalam artian berfungsi untuk kebutuhan untuk berkomunikasi secara praktis dan
mendapatkan informasi, Lain halnya dengan sekarang, Masyarakat kebanyakan
menggunakan Medsos tidak hanya sebagai sarana komunikasi praktis, tapi juga sarana
Narsisme. Bahkan beberapa oknum tidak bertanggung jawab melakukan tindakan
penipuan atau kriminalitas lewat media sosial.
Melihat tingginya pengguna media sosial baik kalangan remaja, dewasa,
bahkan anak – anak yang masih mudah dipengaruhi, Media sosial menjadi lahan yang
pas untuk melontarkan isu –isu yang bersifat profokatif, seperti isu politik pada masa
pemilihan umum dimana dua kubu atau bahkan lebih saling berlomba demi merebut
simpati rakyat dan kepercayaan rakyat. Media sosial ini dijadikan ajang pertandingan
atau saling serang menyalahkan pihak – pihak tertentu dengan berita yang masih
ambigu. Di kalanga remaja pula, mereka menggunakan media sosial sebagai tempat
untuk curhat, melampiaskan amarah dengan kata – kata kasar, yang ditujukan kepada
orang - orang tertentu.
Media sosial berpengaruh terhadap perkembangan rasa Nasionalisme Bangsa
Indonesia. Berkat Media Sosial ideologi - ideologi asing dapat dengan mudah masuk
dan meracuni pikiran masyarakat, Kondisi masyarakat yang lebih menyukai membaca
media sosial daipada membaca situasi sosial Akan memungkinkan mudah
terpengarunhya mereka untuk merubah tatanan pola kehidupan yang telah dibangun
sesuai ideology bangsa. Misalkan saja meniru budaya Asing tentang cara berpakaian
ataupun cara bergaul. Hal semacam inilah yang menyebabkan rasa keutuhan
masyarakat semakin menipis, Bagaimana mau bersatu kalau Ideologi sendiri saja
ditinggalkan.
Banyak masyarakat yang tidak sadar Jika telah membuat suatu informasi baik
berupa tulisan, foto atupun video yang menghina ataupun menyalahkan beberapa pihak
tertentu dan tidak mengindahkan yang namanya Musyawarah tentu saja perbedaan
pendapat bukan lagi menjadi hal yang menarik, Namun menjadi hal yang menakutkan
karena sekecil apapun perbedaan itu jika sudah masuk ke media sosial dan ditambahi
bumbu bumbu manipulatif , maka akan Menjadi berita besar dan memanas.
Kemanakah NKRI yang dulu, yang terkenal memiliki masyarakat yang berbudi
luhur dan memiliki simpati serta empati yang tinggi terhadap sesama, Menjunjung
tinggi nilai- nilai Pancasila. Namun dengan adanya media sosial serta pengaruh -
pengaruh yang muncul didalamnya yaitu munculnya berita yang telah dimanipulatif
dan berujung provokasi serta budaya – budaya asing yang masuk tanpa bisa dicegah.
Hal inilah yang sangat disayangkan, Kenapa di zaman yang semakin canggih ini
perkembangan teknologi beresiko untuk meruntuhkan kesatuan NKRI.
Mugkin dengan regulasi dari pemerintah diharapkan mampu untuk setidaknya
memfilter budaya barat yang masuk ke dalam negeri, Kesadaran masyarakat juga
menjadi poin paling penting, Masyarakat sebagai pengendali arus media sosial
seharusnya mampu untuk membagikan informasi yang kebenarannya dapat
dipertanggungjawabkan dan bagi pembaca juga harus menelaah lebih lanjut, tidak
ditelan mentah - mentah dan terprovokasi, Karena Masyarakat Cerdas akan membawa
implikasi yang baik bagi Negeri ini.





0 komentar:
Posting Komentar