Kamis, 01 Juni 2017

Terkikisnya Integritasi Sosial Implikasi dari Media Sosial

Berbicara tentang integritasi sosial berarti berbicara tentang kesatuan seluruh Masyarakat yang ada di Indonesia. Kesatuan yang bulat dan utuh demi untuk terwujudnya Masyarakat yang harmonis dan rukun. Integrasi Sosial di Indonesia kini mulai menunjukkan penurunannya, Kelompok masyarakat satu dengan lainnya seolah kurang memiliki rasa solidaritas, Toleransi dan sudah melupakan nilai – nilai luhur serta norma yang menjadi panutan sejak zaman dulu. Penurunan ini Mungkin dapat disebabkan oleh Kurang Pahamnya Masyarakat Indonesia Tentang isi dan kandungan Pancasila sebagai ideologi negara ini. Lucu memang, Jika mengingat Pancasila selalu diajarkan dari mulai SD sampai Masuk Universitas. Selain hal itu Penurunan nilai Integrasi Sosial juga diakibatkan oleh Perkembangan zaman yang semakin modern yang mempengaruhi masyarakat secara tidak langsung. 

Modernisasi massal telah merambah ke berbagai lini kehidupan masyarakat, baik dikota ataupun di desa. Baik berupa teknologi, tren dan fashion. Modernisasi dibidang teknologi tentu menjadi hal yang sangat dinanti – nantikan oleh masyarakat, yang mana dengan teknologi tersebut akan sangat bermanfaat bagi kehidupan Masyarakat sehari - hari, Meringankan pekerjaan dan menambah wawasan, Namun jika melihat yang terjadi saat ini, sangking merasa dimudahkannya oleh teknologi masyarakat seakan lupa tentang Integritasi Sosial.

Zaman semakin modern. berbagai informasi pun telah mudah didapatkan dengan cepat, namun belum tentu akurat. Masyarakat memang harus dituntut untuk mampu menjadi Pembaca, Pengamat dan Penilai yang kritis tentang isu-isu sosial yang terjadi dalam masyarakat sekarang ini. Karena Isu-isu yang tersebar Belum tentu kebenaran dan jelas pertanggungjawabannya, yang mampu menimbulkan presepsi presepsi ambigu, penyebab terjadinya kesalahpahaman dan berujung bentrok atau pertikaian antar Masyarakat.

Perkembangan teknologi yang paling berperan penting dalam memainkan mindset Masyarakat adalah Teknologi Informasi komunikasi, Sebut saja internet dan Medsos atau media sosial. Media sosial sendiri sebenarnya adalah sebagai wadah masyarakat yang ingin sekedar sharing, mencari teman ataupun tempat bertukar informasi, mengemukakan pendapt atau opini dsb. Disana kita dapat memperoleh berbagai informasi terpopuler dan terupdate dari jagad dunia hiburan ataupun dunia perpolitikan Indonesia.

Media sosial yang dapat digunakan masyarakat untuk menyuarakan aspirasi, opini dan kritik. Positif memang, karena dengan adanya medsos Suara Rakyat akan semakin cepat sampai ke telinga Pemerintah. Penggunanaan teknologi informasi satu ini memang tidak mengenal batas waktu kapan dan dimanapun masyarakat dapat mengakses informasi – informasi yang tersedia. Asyik memang, namun tahukan jika Medsos dapat menyebakan masyarakat Indonesia melupakan nilai - nilai luhur dan integritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Lewat media sosial Masyarakat yang memiliki kepentingan – kepentingan tertentu dapat memengaruhi Masyarakat secara tidak langsung, mungkin dengan informasi - informasi yang bersifat provokatif dan mengacu pada hal Perpecahan antar warga Masyarakat,

Media sosial telah menciptakan budaya Masyarakat Kekinian, Masyarakat terkini, yang selalu up to date dengan tren-tren yang menyebar, tingkat Narsisme yang tinggi, atau bisa juga disebut masyarakat yang sejalan dengan perkembangan mode atau tren saat itu. Media sosial semestinya menjadi media yang benar – benar sosial, dalam artian berfungsi untuk kebutuhan untuk berkomunikasi secara praktis dan mendapatkan informasi, Lain halnya dengan sekarang, Masyarakat kebanyakan menggunakan Medsos tidak hanya sebagai sarana komunikasi praktis, tapi juga sarana Narsisme. Bahkan beberapa oknum tidak bertanggung jawab melakukan tindakan penipuan atau kriminalitas lewat media sosial.

Melihat tingginya pengguna media sosial baik kalangan remaja, dewasa, bahkan anak – anak yang masih mudah dipengaruhi, Media sosial menjadi lahan yang pas untuk melontarkan isu –isu yang bersifat profokatif, seperti isu politik pada masa pemilihan umum dimana dua kubu atau bahkan lebih saling berlomba demi merebut simpati rakyat dan kepercayaan rakyat. Media sosial ini dijadikan ajang pertandingan atau saling serang menyalahkan pihak – pihak tertentu dengan berita yang masih ambigu. Di kalanga remaja pula, mereka menggunakan media sosial sebagai tempat untuk curhat, melampiaskan amarah dengan kata – kata kasar, yang ditujukan kepada orang - orang tertentu.

Media sosial berpengaruh terhadap perkembangan rasa Nasionalisme Bangsa Indonesia. Berkat Media Sosial ideologi - ideologi asing dapat dengan mudah masuk dan meracuni pikiran masyarakat, Kondisi masyarakat yang lebih menyukai membaca media sosial daipada membaca situasi sosial Akan memungkinkan mudah terpengarunhya mereka untuk merubah tatanan pola kehidupan yang telah dibangun sesuai ideology bangsa. Misalkan saja meniru budaya Asing tentang cara berpakaian ataupun cara bergaul. Hal semacam inilah yang menyebabkan rasa keutuhan masyarakat semakin menipis, Bagaimana mau bersatu kalau Ideologi sendiri saja ditinggalkan.

Banyak masyarakat yang tidak sadar Jika telah membuat suatu informasi baik berupa tulisan, foto atupun video yang menghina ataupun menyalahkan beberapa pihak tertentu dan tidak mengindahkan yang namanya Musyawarah tentu saja perbedaan pendapat bukan lagi menjadi hal yang menarik, Namun menjadi hal yang menakutkan karena sekecil apapun perbedaan itu jika sudah masuk ke media sosial dan ditambahi bumbu bumbu manipulatif , maka akan Menjadi berita besar dan memanas.

Kemanakah NKRI yang dulu, yang terkenal memiliki masyarakat yang berbudi luhur dan memiliki simpati serta empati yang tinggi terhadap sesama, Menjunjung tinggi nilai- nilai Pancasila. Namun dengan adanya media sosial serta pengaruh - pengaruh yang muncul didalamnya yaitu munculnya berita yang telah dimanipulatif dan berujung provokasi serta budaya – budaya asing yang masuk tanpa bisa dicegah. Hal inilah yang sangat disayangkan, Kenapa di zaman yang semakin canggih ini perkembangan teknologi beresiko untuk meruntuhkan kesatuan NKRI.

Mugkin dengan regulasi dari pemerintah diharapkan mampu untuk setidaknya memfilter budaya barat yang masuk ke dalam negeri, Kesadaran masyarakat juga menjadi poin paling penting, Masyarakat sebagai pengendali arus media sosial seharusnya mampu untuk membagikan informasi yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan dan bagi pembaca juga harus menelaah lebih lanjut, tidak ditelan mentah - mentah dan terprovokasi, Karena Masyarakat Cerdas akan membawa implikasi yang baik bagi Negeri ini.

0 komentar:

Posting Komentar