Tanya yang tak segera tersentuh
Statis logika dan perasaan yang terlalu selektif
Searah dengan pemikiran ketat
Adakah seluruh tanyaku ini terasa olehmu,
yang tertutup banyang abu - abu?
Hilanglah kata yang hendak kuucap
Bak bunga layu di ujung kebun
Mungkinkah diamku berkeliaran menebar bom atom kekalutan?
Sehingga kau muncul dengan memperpanjang atau memberi jawaban?
Membuatku dehidrasi dan berjarak,
dengan negosiasi
Hak dan kewajiban antara yang nyata,
dengan imajinasi
Tanganku tak mampu menuliskan
Aku ragu,
Para malaikat yang seharusnya
membantu berjaga dan menuliskannya
Rasanya..
Hanyalah aku, penanya rahasia
yang belum menemukan titik ekuilibrium
Inilah logika dengan perasaan,
yang belum terbawa angin menemukan jawab.
(Intan Jauharul Makhnun)
Rabu, 07 Juni 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar