Kamis, 01 Juni 2017

Terkikisnya Integritasi Sosial Implikasi dari Media Sosial

Berbicara tentang integritasi sosial berarti berbicara tentang kesatuan seluruh Masyarakat yang ada di Indonesia. Kesatuan yang bulat dan utuh demi untuk terwujudnya Masyarakat yang harmonis dan rukun. Integrasi Sosial di Indonesia kini mulai menunjukkan penurunannya, Kelompok masyarakat satu dengan lainnya seolah kurang memiliki rasa solidaritas, Toleransi dan sudah melupakan nilai – nilai luhur serta norma yang menjadi panutan sejak zaman dulu. Penurunan ini Mungkin dapat disebabkan oleh Kurang Pahamnya Masyarakat Indonesia Tentang isi dan kandungan Pancasila sebagai ideologi negara ini. Lucu memang, Jika mengingat Pancasila selalu diajarkan dari mulai SD sampai Masuk Universitas. Selain hal itu Penurunan nilai Integrasi Sosial juga diakibatkan oleh Perkembangan zaman yang semakin modern yang mempengaruhi masyarakat secara tidak langsung. 

Modernisasi massal telah merambah ke berbagai lini kehidupan masyarakat, baik dikota ataupun di desa. Baik berupa teknologi, tren dan fashion. Modernisasi dibidang teknologi tentu menjadi hal yang sangat dinanti – nantikan oleh masyarakat, yang mana dengan teknologi tersebut akan sangat bermanfaat bagi kehidupan Masyarakat sehari - hari, Meringankan pekerjaan dan menambah wawasan, Namun jika melihat yang terjadi saat ini, sangking merasa dimudahkannya oleh teknologi masyarakat seakan lupa tentang Integritasi Sosial.

Zaman semakin modern. berbagai informasi pun telah mudah didapatkan dengan cepat, namun belum tentu akurat. Masyarakat memang harus dituntut untuk mampu menjadi Pembaca, Pengamat dan Penilai yang kritis tentang isu-isu sosial yang terjadi dalam masyarakat sekarang ini. Karena Isu-isu yang tersebar Belum tentu kebenaran dan jelas pertanggungjawabannya, yang mampu menimbulkan presepsi presepsi ambigu, penyebab terjadinya kesalahpahaman dan berujung bentrok atau pertikaian antar Masyarakat.

Perkembangan teknologi yang paling berperan penting dalam memainkan mindset Masyarakat adalah Teknologi Informasi komunikasi, Sebut saja internet dan Medsos atau media sosial. Media sosial sendiri sebenarnya adalah sebagai wadah masyarakat yang ingin sekedar sharing, mencari teman ataupun tempat bertukar informasi, mengemukakan pendapt atau opini dsb. Disana kita dapat memperoleh berbagai informasi terpopuler dan terupdate dari jagad dunia hiburan ataupun dunia perpolitikan Indonesia.

Media sosial yang dapat digunakan masyarakat untuk menyuarakan aspirasi, opini dan kritik. Positif memang, karena dengan adanya medsos Suara Rakyat akan semakin cepat sampai ke telinga Pemerintah. Penggunanaan teknologi informasi satu ini memang tidak mengenal batas waktu kapan dan dimanapun masyarakat dapat mengakses informasi – informasi yang tersedia. Asyik memang, namun tahukan jika Medsos dapat menyebakan masyarakat Indonesia melupakan nilai - nilai luhur dan integritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Lewat media sosial Masyarakat yang memiliki kepentingan – kepentingan tertentu dapat memengaruhi Masyarakat secara tidak langsung, mungkin dengan informasi - informasi yang bersifat provokatif dan mengacu pada hal Perpecahan antar warga Masyarakat,

Media sosial telah menciptakan budaya Masyarakat Kekinian, Masyarakat terkini, yang selalu up to date dengan tren-tren yang menyebar, tingkat Narsisme yang tinggi, atau bisa juga disebut masyarakat yang sejalan dengan perkembangan mode atau tren saat itu. Media sosial semestinya menjadi media yang benar – benar sosial, dalam artian berfungsi untuk kebutuhan untuk berkomunikasi secara praktis dan mendapatkan informasi, Lain halnya dengan sekarang, Masyarakat kebanyakan menggunakan Medsos tidak hanya sebagai sarana komunikasi praktis, tapi juga sarana Narsisme. Bahkan beberapa oknum tidak bertanggung jawab melakukan tindakan penipuan atau kriminalitas lewat media sosial.

Melihat tingginya pengguna media sosial baik kalangan remaja, dewasa, bahkan anak – anak yang masih mudah dipengaruhi, Media sosial menjadi lahan yang pas untuk melontarkan isu –isu yang bersifat profokatif, seperti isu politik pada masa pemilihan umum dimana dua kubu atau bahkan lebih saling berlomba demi merebut simpati rakyat dan kepercayaan rakyat. Media sosial ini dijadikan ajang pertandingan atau saling serang menyalahkan pihak – pihak tertentu dengan berita yang masih ambigu. Di kalanga remaja pula, mereka menggunakan media sosial sebagai tempat untuk curhat, melampiaskan amarah dengan kata – kata kasar, yang ditujukan kepada orang - orang tertentu.

Media sosial berpengaruh terhadap perkembangan rasa Nasionalisme Bangsa Indonesia. Berkat Media Sosial ideologi - ideologi asing dapat dengan mudah masuk dan meracuni pikiran masyarakat, Kondisi masyarakat yang lebih menyukai membaca media sosial daipada membaca situasi sosial Akan memungkinkan mudah terpengarunhya mereka untuk merubah tatanan pola kehidupan yang telah dibangun sesuai ideology bangsa. Misalkan saja meniru budaya Asing tentang cara berpakaian ataupun cara bergaul. Hal semacam inilah yang menyebabkan rasa keutuhan masyarakat semakin menipis, Bagaimana mau bersatu kalau Ideologi sendiri saja ditinggalkan.

Banyak masyarakat yang tidak sadar Jika telah membuat suatu informasi baik berupa tulisan, foto atupun video yang menghina ataupun menyalahkan beberapa pihak tertentu dan tidak mengindahkan yang namanya Musyawarah tentu saja perbedaan pendapat bukan lagi menjadi hal yang menarik, Namun menjadi hal yang menakutkan karena sekecil apapun perbedaan itu jika sudah masuk ke media sosial dan ditambahi bumbu bumbu manipulatif , maka akan Menjadi berita besar dan memanas.

Kemanakah NKRI yang dulu, yang terkenal memiliki masyarakat yang berbudi luhur dan memiliki simpati serta empati yang tinggi terhadap sesama, Menjunjung tinggi nilai- nilai Pancasila. Namun dengan adanya media sosial serta pengaruh - pengaruh yang muncul didalamnya yaitu munculnya berita yang telah dimanipulatif dan berujung provokasi serta budaya – budaya asing yang masuk tanpa bisa dicegah. Hal inilah yang sangat disayangkan, Kenapa di zaman yang semakin canggih ini perkembangan teknologi beresiko untuk meruntuhkan kesatuan NKRI.

Mugkin dengan regulasi dari pemerintah diharapkan mampu untuk setidaknya memfilter budaya barat yang masuk ke dalam negeri, Kesadaran masyarakat juga menjadi poin paling penting, Masyarakat sebagai pengendali arus media sosial seharusnya mampu untuk membagikan informasi yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan dan bagi pembaca juga harus menelaah lebih lanjut, tidak ditelan mentah - mentah dan terprovokasi, Karena Masyarakat Cerdas akan membawa implikasi yang baik bagi Negeri ini.

Minggu, 28 Mei 2017

BUDAYA KITA TERJAJAH

Budaya tidak dapat terpisahkan dari bangsa ini karena budaya telah ada jauh sebelum bangsa ini merdeka. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang berarti budi atau akal yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Lahirnya budaya didalam lingkungan masyarakat menyangkut pola hidup secara menyeluruh yang bersifat kompleks abstrak dan luas. Berbicara soal budaya maka kita berbicara tentang jati diri atau identitas kelompok masyarakat yang membentuk karakter, perilaku, kebiasaan, moral, dan mental setiap individu didalamnya. Dalam membangun masyarakat berbudaya telah diwariskan sejak manusia lahir, sehingga banyak orang menganggap budaya telah mendarah daging dalam jiwa setiap manusia, jika budaya rusak maka akan menyebabkan banyak penyimpangan didalam kelompok masyarakat. Dampak dari rusaknya budaya akan sangat berpengaruh terhadap bergesernya nilai-nilai terutama pada generasi muda yang sangat rentan terhadapa perubahan dan pengaruh buruk. 
   Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan keanekaragaman budaya didalamnya. Budaya memiliki jangkauan yang luas menyangkut berbagai macam aspek yang terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, pakaian, bangunan, karya seni serta bahasa. Perubahan budaya juga dapat mempengaruhi norma didalam suatu masyarakat, karana dari budayalah norma tercipta sebagai pedoman perilaku untuk melangsungkan kehidupan bersamasama dalam menjalankan interaksi sosial.  Perubahan budaya merupakan sebuah gejala berubahnya struktur sosial yang merupakan sebuah warisan dari generasi ke generasi, kita tidak bisa memungkiri bahwa budaya selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman yang dipengaruhi oleh perubahan lingkungan, kemajuan zaman, penetrasi, akulturasi, asimilasi, dan sintesis. 
   Kita telah berada dizaman modernisasi yang saya anggap sebagai sebuah zaman perang antar buadaya diamana expansi budaya-budaya yang masuk dalam lingkungan masyarakat bersifat saling mengalahkan dimana budaya yang baru saling bergeser dengan budaya yang telah ada. Salah satu contoh kecil yaitu banyak pada masyarakat terutama genersi muda cenderung meniru gaya luar yang bertentangan dengan norma. Kita harus pintar memilih mana yang sesuai dengan norma yang berlaku. Bukan berarti kita anti terhadap budaya luar, tetapi mengikuti  perkembangan zaman bukan berarti melupakan budaya dan norma yang mengandung nilai-nilai yang mebentuk jati diri. Norma merupakan benteng pelindung moral dalam kehidupan sosial budaya dimasyarakat. Budaya asing yang masuk banyak bertentangan dengan norma yang merusak moral. Pengaruh budaya asing tidak hanya mempengaruhi norma tapi juga sangat mepengaruhi perekonomian bangsa ini yang justru sangat menguntungkan pihak asing. Karena jika budaya asing melekat dalam benak generasi muda, maka mereka akan cenderung meremehkan budaya sendiri, sehingga menjadi sangat konsumtif karena ingin meniru budaya luar yang dianggap sebagai gaya hidup.
   Di era reformasi saat ini kebebasan telah merambah keberbagai lini kehidupan masyarakat yang memiliki ikatan atau aturan sejak lama. Saat ini tidak dapat dipungkiri telah banyak perubahan yang terjadi pada era reformasi ini. Perubahan budaya yang berdamapak pada bergesernya nilai-nilai norma yang rentan terhadap rekradasi moral para generasi muda penerus bangsa ini. Hal ini sanagat wajar karena perkembangan teknologi dan informasi pada era globalisasi sangat signifikan dengan perkembangan jiwa generasi muda, kemajuan dunia globalisasi yang semakin menantang generasi muda tentunya harus dimimbangi dengan penguatan nilai-nilai budaya yang bersifat ajaran moral yang terkandung didalam norma yang berlaku didalam lingkungan masyarakat. Rusaknya budaya  merupakan sumber rusaknya moral, moralitas generasi penerus bangsa sekarang ini menurut beberapa penelitian para pakar psikologi sudah sangat memperihatinkan, karena 75% dari generasi muda indonesia sudah terjebak dalam kehidupan bebas. Salah satu penyebab utamanya yaitu pengaruh budaya asing, budaya asing seakan-akan membaur dengan budaya asli, sehingga tidak disadari bahawa ini adalah serangan terhadapa budaya kita. Budaya luar masuk secara halus dan perlahan sehingga kedatangannya tidak disadari dampak buruknya dan sasaran yang sangat mudah terpengaruh adalah generasi muda.    
    Kita tidak menyadari bahwa budayaa kita telah terjajah. Penjajahan adalah dimana bangsa luar mengambil alih bangsa lain dan menjadikan bangsa itu sebagai penghasilan negara yang menjajahnya. Penjajahan saat ini telah menjadi banyak bentuk bahkan tanpa kita sadari, dalam bidang ekonomi dan budaya.  Secara tidak langsung secara budaya perlahan-lahan semakin diambil alih hingga kita tidak menjadi diri kita sendiri yaitu ekonomi yang dikuasai, jati diri yang hilang, perilaku dan sikap yang sudah tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh norma yang berlaku dimasyarakat. Penjajahan budaya tidak bisa disangkal lagi karena saat ini apa yang ada disekitar lingkungan kita banyak yang berasal budaya asing. Jika budaya kita terjajah hingga budaya asing mendominasi budaya asli, maka semakin lama kita cenderung meninggalkan dan melupakan budaya kita sendiri. Bagaimana jika budaya asing yang masuk justru merusak moral generasi muda penerus bangsa ini. Apa yang akan terjadi jika para generasi muda yang menjadi penerus bangsa ini justru menjadi pengrusak bangsa.
   Ketika kita melupakan jati diri bangsa dan tidak menjadi diri sendiri lalu kita cenderung terhadapa budaya asing. Maka negara-negara asing yang memiliki banyak kepentingan di negara kita akan mendapat banyak keuntungan dari bergesernya budaya kita yang cenderung mengikuti budaya asing, lalu kita akan menjadi masyarakat yang konsumtif sehingga sangat yang justru sangat merugikan kita. Jika penerus harapan bangsa yang berada ditangan generasi muda tidak mengenal budaya sendiri menjadi tidak bermoral maka kita akan sangat mudah dikendalikan pihak asing. 
  Bagi pihak asing yang memiliki kepentingan sangat mudah untuk melakukan semua itu, karena melihat generasi kita yang mudah terpengaruh karena kita tidak menjadikan budaya sebagai pondasi jati diri yang kokoh dalam menghadapi tantangan global. Namun hal tersebut dapat kita cegah dengan meperkuat pondasi bangsa, yaitu budaya asli yang mengandung norma-norma ditanamkan dalam jiwa generasi muda bahkan sedari diini diajarkan untuk mencintai budaya sendiri. Dengan melestarikan setiap aspek budaya maka pondasi bangsa kita tetap kokoh.
   Buadaya asing memang tidak seluruhnya negatif, ada juga yang bisa dijadikan pelajaran. Kita bisa belajar dari bagaimana mereka mencintai budaya sendiri, sehingga diera globalisasi saat ini budaya mereka tetap bertahan. Sehingga budaya mereka yang dipertahankan dan mengikuti perkembangan zaman dapat menjadi tren diberbagai negara. Dimasa yang serba cepat ini, kita harus pintar memilih mana yang baik dan yang buruk. Semua tergantung bagaimana kita menyaring informasi-informasi yang kita peroleh. Peran orangtua, lingkungan masyarakat, pendidikan, bahkan pemerintah sangatlah penting dalam memperkuat pondasi budaya bangsa ini terutama generasi muda penerus bangsa. Karena ketika generasi muda kehilangan jati diri maka bangsa ini kedepannya akan seperti apa rusaknya, akan jauh berbeda dengan generasi sebelumnya dimana kita tidak menjadi diri sendiri dengan budaya yang jauh berbeda. Sangatlah penting untuk menjaga keaslian budaya kita, karena dengan begitu moral para penerus bangsa tetap terjaga dimasa yang akan datang.
Ditulis oleh : Rial Hadi Rahmawan

Sabtu, 27 Mei 2017

Dies Natalis 26





Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Mahasiswa Penalaran, Penelitian, Penerbitan kampus atau biasa disebut UKM Fordimapelar berdiri pada tahun 1991. Tahun ini, UKM Fordimapelar telah mencapai umur 26. Umur yang cukup dewasa. Sebagai rasa syukur dan mengumpulkan kembali keluarga besar UKM Fordimapelar, pengurus periode 2017 membuat perayaan dies natalis yang bertema "One Spirit to Solidarity and Educate the Fellows" dengan dua serangkain acara yaitu:
1. Bakti sosial bersama anak yatim piatu
2. Temu keluarga UKM Fordimapelar

Dalam bakti sosial, kami berbagi rezeki dan memberikan sedikit motivasi kepada teman - teman di panti asuhan. Sedangkan temu keluarga UKM Fordimapelar akan diadakan di hari kedua di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya untuk merekatkan kembali rasa kekeluargaan antar pembina, alumni, anggota, dan pengurus UKM Fordimapelar. Jangan lupa nantikan informasi selanjutnya tentang Dies Natalis 26!!!

Contact person: 087702474579 (Intan)
Instagram         : ukmfordimapelar
Line ID            : @gqo2687f
Facebook         : Fordimapelar Untag Surabaya

Jumat, 21 April 2017

UNGKAPAN KEBAHAGIAAN SEORANG WANITA

     Mentari fajar lukisan sang gusti pangeran
menyapa pagi erni untuk melakukan aktivas yang penuh ceria ini.
Terasa udara segar serta bila  menengok keatas nampak awan lembut seputih kapas menyambutnya untuk mulai petualangan yang ditunggunya berhari-hari.
Begitu banyak petualangan erni dalam sehari ini. Keceriaan, kedukaan, pengabdian, kegemaran dan keindahan merupakan potret diri yang telah menyatu dalam perasaan erni.

         Tidak semua orang akan mendapatkan kebahagiaan yang selalu didapatnya ini.
Karna baginya bentuk syukur adalah menikmati setiap jengkalan udara serta germicik suara air, didesa sawo perbatasan negeri sofie ini.
 Banyak panorama alam yang ditemuinya terasa membawanya ke negeri kayangan.
 Indahnya ciptaan penguasa alam raya ini membuat bulu kudunya berdiri lantaran tak kuasa takjub akan ciptaannya yang selalu maha karya asli seni yang sangat fantastik.

         Erni yang tak bisa jauh dengan kamera ponselnya selalu menjadi seorang wanita inspiratif karna berbagai karyanya sangat mengandung seni.
Menikmati seni potret atau bahkan seni suara merupakan suatu kebahagiaan yang menjiwai.
Banyak dari ungkapan kebahagai
aan tersebut ia tuangkan pada tulisan cantik serta pada karya teater yang mampu membuat yang melihatnya gemas.

Gemas lantaran sangat menikmati karyanya yang indah. Bagi wanita cantik dan lembut ini, petualangan erni adalah seni dalam suatu media penyampaian kebahagiaaan agar dapat dinikmati.

          Karna itu ia memilih petualanganya di desa sawo diperbatasan negeri sofie itu  yang penuh dengan rahasia dan tak akan pernah terungkap oleh  siapapun selain petualangan erni dan masyarakat negeri sofie didalamnya.


oleh : R.A Pratiwi


Senin, 20 Februari 2017

Bentuk kekecewaan pada Mahasiswa

Oleh : Ragil ajeng pratiwi
Bentuk kekecewaan pada mahasiswa

Salam generasi Z !

Merujuk pada pendidikan sumber daya manusia yang ada didunia. Akan banyak kaum akademik atau biasa disebut sebagai kaum sophia yang mengatur sedemikian banyak milyaran umat manusia dengan berbagai landasan pendidikan dengan proses kajian matang serta usaha untuk menjadikan alat pendidikan tersebut yang menekan berkurangnya kualitas jumlah manusia yang ada di muka bumi. Bercermin pada sebuah landasan tersebut akan banyak menjadi perbedebatan kaum akedemik dalam mempengaruhi kekinerjaan mereka dalam benahi kualitas sumber daya manusia. Salah satunya ialah akan melahirkan kritikan-kritikan baru seperti membagi golongan-golongan generasi yang kita hadapi sekarang yang biasa disebut dengan "generasi Z". Benteng pertahanannya merupakan cikal bakal akan terjadi musnanya manusia yang ada dimuka bumi. Bahkan sampai sekarangpun manusia yang akan menjadi penerus manusia tersebut dipaksa untuk berfikir secara sejalur untuk mendongkrak kritikan pengetahuan kaum akademik dengan mengkontruksi jati diri yang akan dibentuk pada manusia penerus tersebut. Saya pernah teringat akan kasus inul daratista yang menjadi polemik antara rhoma irama beserta dengan gusdur yang ikut serta membela. Gusdur menyampaikan bahwa manusia harus dibenahi cara berfikirnya dalam berkehidupan sosial. Namun disuatu sisi rhoma irama sangat mencekal gaya inul yang menurutnya kurang pantas ditunjukan pada kalayak umum. Sementara yang menjadi kefenomologian saya adalah dimana gusdur dan rhoma irama. Sama-sama mencoba untuk memperbaiki keadaan sosial umat manusia dengan kritikan pengetahuan mereka masing-masing. Bahkan, saya pun menilai bahwa keduanya tidak dapat dikatogarikan sebagai solusi yang baik untuk menyelesaikan permasalahan "cara berfikir saja" yang menurut saya sama-sama benar. Namun disuatu sisi tindakan gusdur yang disampaikan pun akan susah dipahami kaum diluar non akademik karena butuh proses untuk menuju kesana. Sementara dari sudut pandang rhoma irama akan selalu mencekal tanpa ada tindakan aksiologi yang berpedoman kefenomonologian. Keputus asaan saya terhadap sebuah ideologi adalah dimana bagaimanapun berkembangnya pengetahuan akan selalu dikritiki sampai kapanpun. Bahkan modernisme dengan kritikan posmodernisme akan menjadi sebuah ujung pangkal yang tidak akan berujung karena keduanya akan selalu dibutuhkan sebagai bahan kritikan pengetahuan yang menjadi dibenahi. Kita generasi Z yang sudah berusaha dalam berproses pada kualitas manusia akan menjadi kritikan dari sudut manapun. Karena bagaiamanapun kita adalah korban dari kritikan pengetahuan terdahulu dan akan dikritik kedepannya. Yang kita tanggung sungguh teramat berat, karena pada dasarnya manusia akan selalu membutuhkan pendidikan secara sosial maupun akademik dan non akademik. Kritikan saya adalah menjaluran satu ide serta pemaksaan jati diri pada kaum-kaum terbaru ini akan menjadi beban dan akan menghilangkan sifat kekritisan karena paksaan yang membatasi manusia dalam berkarya ataupun befikir. Yang dilandasi oleh pola berfikir karena korban dari pengetahuan selanjutnya. Dari saya sendiri kepercayaan diri saya dihangus bumi ratakan dengan pembunuhan karakter yang menurut saya begitu kejam. Yang normal akan dianggap gila, bagaimana dengan yang gila(?). Bagaimanapun penuduhan-penuduhan seperti membatasi cara berfikir dengan sistem menyalahkan akan membuat kontruksi pemuda yang kurang percaya diri. Saya menyarankan kepada kita yang berfikir dengan pola generasi z , jangan pernah melupakan sejarah namun juga jangan batasi cara berkarya ataupun cara berfikir kita serta jangan menggantungkan pengetahuan pada urat nadi kita. Letakkan pengetahuan pada akal yang akan selanjutnya dikelolahnya. Upaya-upaya tersebut akan selalu menyakitkan dan membanting kita menjadi korban-korban pemikiran kaum akademik yang akan selalu menciptakan pembenaran-pembenaran yang tanpa pangkal berujung. Terpaan informasi akan membuat kita jenuh tanpa cela kekritisan yang kita punya. Namun yang saya sayangkan adalah pendidikan untuk kaum terpinggir akan selalu tepinggir karena kita sebagai kaum berfikir akan selalu meributkan area lingkungan kita saja. Tanpa menengok lingkungan tak tersentuh pendidikan karakter dan akademik sama sekali. Harapan saya sudah saatnya mahasiswa berteori juga ikut serta turun langsung dalam masyarakat untuk benahi kekeliruhan yang ada. Apakah perlu 2 cak Nun untuk turun langsung dalam masyarakat? Meskipun dahulu saya sangat sekali tidak setuju dengan pemikirannya.
Sekian dari saya, saya mohon maaf sebesar-besar dengan berjiwa besar akan saya tanggung hukuman yang diberikan pada kaum akademik sebelumnya. Bilamana kalimat saya menyakitkan ataupun kurang berkenaan. Mustahil saya dapat hidup selanjutnya tanpa menulis kekalutan saya yang selalu dianggap gupuhan dan baperan. Karena terlalu risau oleh tekanan-tekanan lingkungan begitu berat. Saya akan menjadi jati diri saya sampai kapanpun biarpun saya dianggap kepala batu dan sangat sombong. Sekian semoga bermanfaat.

Salam generasi Z untuk kita!!!

Sabtu, 18 Februari 2017

UKM FORDIMAPELAR UNTAG Surabaya Akan Mengembangkan Potensi Anggota Menjadi Kader yang Kompetitif

Danang Kurniawan, Ketua Umum baru Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Mahasiswa Penalaran, Penelitian, Penerbitan Kampus (UKM FORDIMAPELAR) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya periode 2017 optimis dapat membawa UKM FORDIMAPELAR lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. 

Dia dalam Kepemimpinannya akan memprioritaskan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) untuk mewujudkan UKM FORDIMAPELAR lebih berkembang. "Dalam satu tahun kedepan pengurus UKM FORDIMAPELAR akan berusaha merealisasikan visi misi yang saya bawa dalam kepengurusan ini", kata Danang.

Visinya adalah menyebarkan ilmu UKM FORDIMAPELAR yang dapat diterapkan dikampus maupun diluar sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sedangkan misinya yang pertama, mengembangkan potensi anggota terhadap keilmuan UKM FORDIMAPELAR dan menjadikan kader-kader kompetitif, inovatif, dan kreatif serta memiliki daya saing di bidang Penalaran, Penelitian, Penerbitan Kampus.

"Sesuai harapan saya sebelum menjadi ketua umum, saya ingin memperbaiki yang dulu-dulu masih kurang maksimal", lanjut mahasiswa prodi teknik mesin. "contoh yang terjadi dari pertama saya menjadu anggota dan pengurus permasalah UKM FORDIMAPELAR adalah  kurang maksimalnya Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), dari sinilah sehingga saya bersama pengurus akan maksimalkan PSDM nya".
"Dari dulu potensi SDM lumayan terlihat, tapi kurang tersosialisasikan ilmunya, nah sehingga dari sini saya ingin mengembangkan potensi diri dari SDM dan munculkan kembali kekreatifitasan yang ada di UKM FORDIMAPELAR. Cara yang kami gunakan adalah perbanyak diskusi dengan narasumber yang sangat mampu dengan tema diskusi, sehingga pengetahuan kita akan lebih banyak lagi dengan begitu pula ketika kita mengikuti kegiatan diluar kampus akan lebih pede", ucap Danang.

"Kami dari pengurus baru yang sama pimpin pastinya sangat berharap tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. InshaAllah semua itu akan terealisasikan karena pengurus tahun ini sangat solid dan saling bersinergi", tutup mahasiswa angkatan 2015 (Almh Latifah)

Selasa, 15 November 2016

Kesimpulan FGD #4 Dilema Tayangan Acara TV Di Indonesia





Untuk kesimpulan FGD #4 tentang dilema tayangan acara tv di Indonesia adalah Bahwasanya memang benar, kejadian kegamangan tayangan televisi di Indonesia itu tidak bisa kita limpahkan ke salah satu pihak dan ada beberapa kalangan yang sudah terlibat didalamnya. Yaitu :

1.      Pemerintah, dia juga harus pro membuat suatu kebijakan kebijakan untuk bisa mencerdaskan kehidupan bangsa baik melalui tayangan televisi Indonesia

2.      DPR, karena DPR memiliki badan legislasi, ia memiliki tugas legislative untuk membuat suatu undang undang yang bisa diterjemahkan  dan bisa sebagai pengawas pers

3.      Masyarakat, yang mana masyarakat memiliki beberapat bagian lagi yakni kalangan masyarakat  yang paling bawah adalah masyarakat penikmat atau konsumsi, ke dua masyarakat intelektualitas seperti kita mahasiswa dan yang ketiga adalah komunitas komunitas yang ada di masyarakat termasuk salah satu nya yang seperti KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) , AJI (Aliansi Jurnalis Independen), Lembaga Sosial Indonesia.

Sehingga solusi dari pemateri adalah kita harus kalam media tayangan di Indonesia. Meskipun media itu menghasilkan banyak keterbukaan tenaga kerja, meningkatkan ekonomi  pemerintah, dan ada hiburan hiburan yang dibutuhkan oleh anak anak muda zaman sekarang ini, itu harus seimbang. Sehingga perlu adanya kita :

1.      Memaksimalkan lembaga lembaga yang memang berperan disana (pemerintah, DPR, KPI, AJI dan lain sebagainya ) Dan mesti tegas, kalau tidak cocok tayang yah jangan di tayangkan tapi kalau Indonesia memilih untuk di tayangkan?( Pake solusi ke 2)

2.      Meningkatkan budaya literasi atau penyaringan pesan di media.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah dengan cara kita Sebagai mahasiswa kita melakukan kegiatan yang memang mengamalkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
a. Pendidikan dan pengajaran 
b. penelitian 
c. dan pengabdian  masyarakat

pada ketiga ini kita harus benar benar memfokuskan pada meningkatkan kecerdasa kehidupan bangsa  yang sudah diamanatkan.

satu kutipan dari pemateri:
" Pers adalah perpanjangan tangan dan perluasan jangkauan  manusia. Jadi kita lah yang memutuskan. Media itu mau dibawa kemana"


K'tut Tantri pejuang wanita asing

               


Ktut Tantri yang merupakan salah satu pedukung pemberontak bersama Bung Tomo. Berasal dari keluarga bangsa viking yang gemar berpetualang. Bernama asli Muriel Stuart walker yang lahir pada Sabtu, 18 Febuari 1899 di Glasgow, Skotlandia, Britania Raya. Merupakan anak tunggal dari pasangan James Hay Stuart Walker dan Laura Helen yang berasal dari pulau Man.

Ayahnya wafat sebelum ia lahir karena penyakit yang diderita oleh Ayahnya sewaktu melakukan ekspedisi arkeologi ke Afrikakurang ajar lantaran memakai kedok Sekutu untuk memulihkan supremasi Belanda.

Bung Tomo pun mengenang Tantri dalam buku Revolusi di Nusa Damai. Atas siarannya dalam radio pemberontakan yang berada di Embong Mawar, Surabaya.

Boleh dikata Tantri merupakan salah satu dari seorang perintis hubungan persahabatan Australia-Indonesia. Buklet karyanya, Soerabaja Sue's Inside Story of Indonesia yang terbit di Sydney pada 1947, yang telah membuka simpati masyarakat Australia kepada perjuangan Indonesia.

Dia pun menjadi warga Australia sejak 1985.Tak banyak yang mengenalnya saat ini, ia seakan terlupakan oleh berjalannya waktu.

Meskipun banyak yang meragukan atas cerita hidupnya dalam sebuah tulisan yang ia buat merupakan percampuran antara fakta dan fiksi.

Namun, ketidak setujuannya atas penindasan yang dilakukan oleh Belanda mampu memberikan ide semangat dalam darah dan jiwa arek-arek Surabaya saat itu.

Ia juga sangat mengutuk keras atas perlakuan para penjajah terhadap bangsa Indonesia.

Meskipun harus bermusuhan sendiri dengan bangsa Belanda, ia merasa takdir hidupnya merupakan sebagaian dari bangsa Indonesia terutama kota Surabaya.

Harapannya kita pemuda dan pemudi bangsa Indonesia juga memberikan kontribusi terhadap Negara.

Dalam berinovasi serta menanamkan rasa cinta air dengan semangat juang sama halnya dengan pejuang terdahulu..

Sekitar akhir tahun 1920 ia bersama Ibunya pindah menjadi warga Amerika Serikat. Dan sempat menikah dengan Karl Henning Pearsen.

Dalam romantika pertemuannya dengan suaminya, pertemuan mereka bermula di sebuah gedung bioskop Hollywood Boulevard yang menyajikan film Bali, The Last Paradise pada 1932.

Atas inpirasi film itulah darah yang diwariskan oleh bangsanya membawanya pada Indonesia. Seusai sampa Indonesia

perlabuhan pertama ialah Batavia, Muriel bermobil menyusuri pesisir utara Jawa hingga pada akhirnya menemukan pulau yang menjadi tujuan utamanya di Indonesia yaitu Pulau Bali. Kedatangannya di Pulau Bali disambut baik oleh Raja Bangli Anak Agung Gede. Sang Raja mengangkatnya sebagai anak keempat, dan memberinya nama K'tut.

Ia menetap di Bali pada tahun 1934 hingga kedatangan jepang. Ia menjadi tawanan Jepang. Selepas itu selama 2 tahun di kediri dan surabaya ia bergabung dengan Bung Tomo dalam radio pemberontakan. Dalam siarannya menggunakan bangsa inggris tersebut ia mengkritik Inggris yang

kurang ajar lantaran memakai kedok Sekutu untuk memulihkan supremasi Belanda. Bung Tomo pun mengenang Tantri dalam buku Revolusi di Nusa Damai.

Atas siarannya dalam radio pemberontakan yang berada di Embong Mawar, Surabaya.

Boleh dikata Tantri merupakan salah satu dari seorang perintis hubungan persahabatan Australia-Indonesia. Buklet karyanya, Soerabaja Sue's Inside Story of Indonesia yang terbit di Sydney pada 1947, yang telah membuka simpati masyarakat Australia kepada perjuangan Indonesia. Dia pun menjadi warga Australia sejak 1985.

Tak banyak yang mengenalnya saat ini, ia seakan terlupakan oleh berjalannya waktu. Meskipun banyak yang meragukan atas cerita hidupnya dalam sebuah tulisan yang ia buat merupakan percampuran antara fakta dan fiksi.

Namun, ketidak setujuannya atas penindasan yang dilakukan oleh Belanda mampu memberikan ide semangat dalam darah dan jiwa arek-arek Surabaya saat itu. Ia juga sangat mengutuk keras atas perlakuan para penjajah terhadap bangsa Indonesia.

Meskipun harus bermusuhan sendiri dengan bangsa Belanda, ia merasa takdir hidupnya merupakan sebagaian dari bangsa Indonesia terutama kota Surabaya.

Harkurang ajar lantaran memakai kedok Sekutu untuk memulihkan supremasi Belanda. Bung Tomo pun mengenang Tantri dalam buku Revolusi di Nusa Damai.

Atas siarannya dalam radio pemberontakan yang berada di Embong Mawar, Surabaya.

Boleh dikata Tantri merupakan salah satu dari seorang perintis hubungan persahabatan Australia-Indonesia. Buklet karyanya, Soerabaja Sue's Inside Story of Indonesia yang terbit di Sydney pada 1947, yang telah membuka simpati masyarakat Australia kepada perjuangan Indonesia. Dia pun menjadi warga Australia sejak 1985.

Tak banyak yang mengenalnya saat ini, ia seakan terlupakan oleh berjalannya waktu. Meskipun banyak yang meragukan atas cerita hidupnya dalam sebuah tulisan yang ia buat merupakan percampuran antara fakta dan fiksi.

 Namun, ketidak setujuannya atas penindasan yang dilakukan oleh Belanda mampu memberikan ide semangat dalam darah dan jiwa arek-arek Surabaya saat itu. Ia juga sangat mengutuk keras atas perlakuan para penjajah terhadap bangsa Indonesia.

Meskipun harus bermusuhan sendiri dengan bangsa Belanda, ia merasa takdir hidupnya merupakan sebagaian dari bangsa Indonesia terutama kota Surabaya.

Harapannya kita pemuda dan pemudi bangsa Indonesia juga memberikan kontribusi terhadap Negara. Dalam berinovasi serta menanamkan rasa cinta air dengan semangat juang sama halnya dengan pejuang terdahulu.

Apannya kita pemuda dan pemudi bangsa Indonesia juga memberikan kontribusi terhadap Negara. Dalam berinovasi serta menanamkan rasa cinta air dengan semangat juang sama halnya dengan pejuang terdahulu.

 

#Ragil Ajeng Pratiwi




Tangis serakah dunia



Sungguh ku tulis dengan air mata yang mewakili dirinya, dalam malam panjang yang berlanjut pada paginya. Kehidupan yang tak setara dengan mereka yang tak senasib pada malam indah, berpesta ria disurga dunia ini. 

Bersyukurlah kita pada Tuhan, karna dirumah kita tak menyimpan sawah seluas seperkecil dari alam raya ini. Tak menyimpan sapi yang setiap harinya menghasilkan kotoran sapi dalam bentuk wujud emas. 

Dua beda nasib itu sama-sama akan mengalami kematian. Dunia yang membedakan mereka dalam tipe kesengsaraan. Keduanya memahami kesengsaraan bersama. Namun, bagai pinang dibelah dua tetaplah beda jua rasa nitmat dunianya. 

Yang satu menikmati belantara kesengsaraan orang lain dengan haus duniawi. Yang satunya lagi memotori dirinya seakan sapi yang diperas keringatnya untuk membajak sawah dan menghasilkan air susunya. 

Karna kepintaran manusia akan akalnya. Lahirlah seorang Plato dengan perjuangannya, pada pemikiran nasib mereka yang kehidupannya tak sempat kenal rakus dunia. 

Sementara itu adapula pemikiran dari seorang Adam Smith percaya, bahwa seorang harus rakus akan duniawi agar manusia itu bernilai tinggi. Smith berdalang bahwa manusia tetaplah memiliki hati manusia. 

Tapi sapa disangka manusia tetaplah manusia, karna dengan itu smith mengeluarkan buku moral untuk kaum pemburu rente itu. Setiap pemikiran mereka tetaplah memberikan tangis pada masing-masing ceritanya. Berdamailah dan bersatu rasa dengan kita.. maka dunia ini kita nikmati bersama...

 

#Ragil Ajeng Pratiwi





SURGA INDONESIA




Deru ombak menghampiri diriku ketika aku datang di surga dunia ini yang jelas ini milik Indonesia tercinta, kadang kala aku berfikir indahnya Indonesia ini? hanya di nikmati segilintir orang saja , dalam hati aku bertanya pada diriku kapan rakyat Indonesia menikmati gemuru ombak dan juga angin sepoi – sepoi yang datang menghampiri diriku ketika aku datang ke surga Indonesia.

ketika saya datang ke surga ini kadang saya berfikir Indonesia indah nan eksotis, herannya rakyat Indonesia tak tahu dengan hal itu, hey kau bangsa Indonesia ? ketahuilah lautmu itu lebih luas dari dari pada daratannya tapi kau tak tahu itu ? ribuan pulau yang terdaftar dalam bukunya PBB ( perserikatan bangsa bangsa ) hanya sebagian kecil yang dunia tidak tahu itu betapah indahnya Indonesia ini.

Hey bangsa Indonesia tetap tegakkanlah kepalamu jangan mundur apa lagi menyerah, buanglah pikiran – pikiran itu. Tataplah lagit luas dan katakan pada dirimu aku pasti datang dalam surgamu itu entah kapan aku datang tapi tetap tunggulah waktu itu, entah aku muda atau tua nanti aku pasti datang menghampiri dirimu wahai surga Indonesia.

“ Dari sabang sampai merauke berjajar pulau – pulau ” itulah sepengal kecil lagu masa kecilku dan itu gambaran kecil dari Indonesia yang tercinta ini, kadang aku juga berfikir kenapa rakyat indonesia berpergian ke luar negri hanya ingin wisata ? apakah Indonesia ini tidak ada wisata yang bagus ? jawabanya hanya satu kalau ada yang bagus itu haraganya mahal, itulah mengapa wisata indonesia tidak berkembang ? miris memang tapi itulah kenyataanya dalam indonesia .Ayo bangsa Indonesia bangkitlah lewat surgamu ini jangan tetap begini jikalau begini akan mejadi beban yang berat bagi rakyat kecil yang ingin menikmati surga Indonesia ini mari berbenah bersama. Ayo ciptakan surga bagi bangsa Indonesia ini, jika surga indonesia ini indah mari jaga ke indahanya. Jangan rusak tempatnnya apa lagi mengotorinya .

Itulah sepenggal gambaran surga Indonesia yang indah dan eksotis ini, tetap jaga yang di berikan tuhan kepada kita. Jaga itu dan kembangkan potensinya.!
“save Indonesia”

#elka dwi destriawan