Senin, 11 September 2017

Pengaruh Perkembangan Teknologi dan Informasi dalam Dunia Pendidikan



Saat ini kita sedang memasuki era globalisasi, ditandai dengan perkembangan teknologi yang semakin maju dan ditunjang dengan kemudahan mendapatkan informasi kapan saja dan dimana saja.  Kecanggihan teknologi diera globalisasi dapat menjadi musuh dapat pula menjadi sahabat, banyak sisi positif yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,namun tak kalah banyak juga sisi negatif yang akan berdampak buruk pada keberlangsungan hidup manusia.Orang bijaklah yang bisa memilah baik buruk dari sebuah perkara, namun pelaku dalam era globalisasi tak dipungkiri berasal dari berbagai kepribadian, budaya dan lain sebagainya. Tidak semua orang bisa menjadi bijak untuk memilah antara informasi yang positif dan negatif.Telah banyak  yang menjadi korban dari perkembangan teknologi dan informasidi era globalisasi,menurut beberapa penelitian, mereka para kalangan remaja dan pelajar yang  sedang menempuh pendidikan  Sekolah Menengah Atas – sederajat paling banyak menjadi korban dari perkembangan teknologi dan informasi di era globalisasi. Mengapa kalangan remaja dan pelajar lebih banyak menjadi korban dari perkembangan teknologi dan informasi?,  karena di usia remaja dan pelajar tergolong usia labil,cenderung tidak konsisten dan masihberupaya untukmencari jati diri.Dengan berkembangnya teknologi dan informasi, dalam pencarian jati diri sering dipengaruhi oleh perkembangan informasi  yang ada. Oleh sebab itu dalam gaya hidup mereka sering meniru gaya para selebritis yang sedang populer,hal ini terjadi tanpa mereka sadari sehingga gaya hidup para selebritis tersebut menjadi tolak ukur mereka para remaja dan pelajar, dan menjadi gaya hidup yang harus diikuti, misalnya  cara berpakain, gaya rambut, dan  cara berprilaku  dalam kehidupan sehari-hari,termasuk gaya dan prilaku saat bersekolah. Mereka menganggap jika mengikutigaya hidup dan fashion dari selebritis yang sedang pepuler dan digandrungi dianggap sesuatu yang berharga dan sangat menarik dan akan mendapat perhatian serta pujian teman di sekitar.miris ketika gaya berpakain dan prilaku mereka yang lebih mengedepankan sensasional dan terkesan liberal diaplikasikan  dalam kehidupan didunia pendidikan saat ini.. Sangat ironis jika kita lihat prilaku dan gaya hidup para pelajar yang seperti itu menjamur dikehidupan sekitar kita, sedangkan dunia pendidikan memiliki aturan dan norma-norma sosial,yang telah ditentukan, yang  bersifat sopan dan formal.
Kini aturan-aturan yang telah ditentukan oleh pemerintah yang di jalankan oleh sekolahan seolah-olah terlebur bersama perkembangan teknologi dan informasi.Sedangkan teknologi dan Informasi yang berkembang, cenderung sensasional dan libral sehingga membentur dinding-dinding norma sosial yang ada dalam dunia pendidikan. Sedangkan informasi yang  memiliki kecenderungan negatif  telah tertanam dalam diri mereka,dan menyatu didalam jati dirinya, dan apa yang dilakukan para selebritis yang sedang populer, harus dilakukan meskipun itu melangar norma-norma sosial, termasuk dalam dunia pendidikan. Terkadang banyak siswa yang telat masuk sekolah hanya karena terlalu lama berdiri memandangi diri didepan kaca untukmerias diri supaya sama dengan selebritis yang populer, sehingga waktu, pikiran dan konsentrasinya habis untuk berias diri, dan mengakibatkan pendidikannya terbengkalai.Jika kita telisik kehidupan pada 20 tahun yang lalu, sebelum teknologi dan informasi berkembang,dulu para pelajar datang kesekolah dengan niatan mencari ilmu sehingga waktu, pikiran dan konsentrasinya tertuju pada ilmu yang diberikan para pengajar, namun pada saat ini hanya beberapa siswa saja yang memiliki niatan untuk mencari ilmu, kebanyakan dari mereka datang kesekolah agar mendapat uang saku dan memamerkan gaya pakaian, gaya rambut dan prilaku yang mencontoh para selebritis yang sensional dan populer  untuk mendapatkan perhatian dan pujiandari teman-teman disekolahan.Adapun ketika bertemu teman-teman hal yang dibicarakan tidak akan jauh dari gosip terbaru, fashion yang sedang digandrungi, dan tempat nongkrongan yang terkenal, bukan membicarakan pelajaran yang didapatkan dari para pengajar. Bagi mereka gaya hidup sesuai selebritis menjadi prioritas utama, entah itu tatanan rambut ataupun tatanan rias. Sedangkan memahami pelajaran dari para pengajar diabaikan,  tanpa kita sadari waktu, pikiran dan konsentarsi mereka terbuang sia-sia. Sedangkan dalam berpakaian mereka cenderung lebih sensasional dan libral sehingga sering melangar nilai kesopanan dan formalitas dalam dunia pendidikan.Melihat realitas pergaulan hidup yang seperti ini, perkembangan teknologi dan informasi telah mewarnai dunia pendidikan kita, teknologi dan informasi telah membantu kita untuk mendapatkan akses informasi yang begitu luas sehingga mampu menunjang pengetahuan para pelajar. Namun perkembangan teknologi dan informasi juga telah merubah prilaku dan gaya hidup para pelajar, sehingga banyak norma-norma yang dilanggar, dan mengkesampingkan prioritas belajar. Alangkah baiknya jika hal ini dijadikan sebuah hubungan yang saling ketergantungan , antara niat mencari ilmu dengan gaya hidup yang sedang marak di kalangan remaja, bukankah hal ini menimbulkan dampak positif bagi kedua belah pihak. Sebenarnya kita juga tidak boleh terlalu menyalahkan remaja masa kini yang mana mereka lebih mengedepankan penampilan mereka ketika mau kesekolah, tidak begitu di permasalahkan karena menjaga penampilan itu juga harus, agar membuat kita ketika di sekolah lebih nyaman dan tidak mengganggu sistem velajar mengajar. Tetapi, bergaya lah sewajarnya saja jangan sampai melanggara aturan-aturan yang sudah di tetapkan oleh sekola. Hal ini sudah wajar karena dengan adanya teknologi yang semakin canggih membuat mereka  sudah pinter terlebih dahulu sebelum para guru mengajari mereka. Baik dalam model fashion yang sedang trend di era globalisasi saat ini. Biarkan mereka menuruti keinginan mereka asalkan tidak melanggar perauran di sekolah dan tetap fokus pada pelajaran
Penulis : Daffa Dwi Sri Diyanti (Fakultas Psikologi)

0 komentar:

Posting Komentar