Untuk
kesimpulan FGD #4 tentang dilema tayangan acara tv di Indonesia adalah
Bahwasanya memang benar, kejadian kegamangan tayangan televisi di Indonesia itu
tidak bisa kita limpahkan ke salah satu pihak dan ada beberapa kalangan yang
sudah terlibat didalamnya. Yaitu :
1.
Pemerintah, dia juga harus pro membuat suatu kebijakan kebijakan untuk bisa
mencerdaskan kehidupan bangsa baik melalui tayangan televisi Indonesia
2.
DPR, karena DPR memiliki badan legislasi, ia memiliki tugas legislative untuk
membuat suatu undang undang yang bisa diterjemahkan dan bisa sebagai
pengawas pers
3.
Masyarakat, yang mana masyarakat memiliki beberapat bagian lagi yakni kalangan
masyarakat yang paling bawah adalah masyarakat penikmat atau
konsumsi, ke dua masyarakat intelektualitas seperti kita mahasiswa dan yang
ketiga adalah komunitas komunitas yang ada di masyarakat termasuk salah satu
nya yang seperti KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) , AJI (Aliansi Jurnalis
Independen), Lembaga Sosial Indonesia.
Sehingga solusi dari pemateri adalah
kita harus kalam media tayangan di Indonesia. Meskipun media itu menghasilkan
banyak keterbukaan tenaga kerja, meningkatkan ekonomi pemerintah,
dan ada hiburan hiburan yang dibutuhkan oleh anak anak muda zaman sekarang ini,
itu harus seimbang. Sehingga perlu adanya kita :
1.
Memaksimalkan lembaga lembaga yang memang berperan disana (pemerintah, DPR,
KPI, AJI dan lain sebagainya ) Dan mesti tegas, kalau tidak cocok tayang yah
jangan di tayangkan tapi kalau Indonesia memilih untuk di tayangkan?( Pake
solusi ke 2)
2.
Meningkatkan budaya literasi atau penyaringan pesan di media.
Ada beberapa hal yang bisa kita
lakukan adalah dengan cara kita Sebagai mahasiswa kita melakukan kegiatan yang
memang mengamalkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
a. Pendidikan dan pengajaran
a. Pendidikan dan pengajaran
b. penelitian
c. dan
pengabdian masyarakat
pada ketiga ini kita harus benar
benar memfokuskan pada meningkatkan kecerdasa kehidupan bangsa yang
sudah diamanatkan.
satu kutipan dari pemateri:
satu kutipan dari pemateri:
" Pers adalah perpanjangan tangan dan perluasan jangkauan manusia. Jadi kita lah yang memutuskan. Media itu mau dibawa kemana"








