Jumat, 25 Maret 2016
Minggu, 20 Maret 2016
Riau ku rindu
Mamakku rasa kita jauh dimata, Namun hati tak henti terkoneksikan layaknya wifi yang memiliki jaringan.
Pulauku riau, yang tak bosanku rayuh dengan alam
yang takkan pernah tergambarkan pada lukisan karya manusia.
Darah riau yang mengalir pada diriku, menjadikan
rindu ini akan ingin pulang. Mamakku, kita dipisahkan akan pulau yang menjadi
pembatas pertemuan kontak fisik kita.
Jumat, 11 Maret 2016
Kesimpulan FGD #4 Dilema Tayangan Acara TV Di Indonesia
Untuk kesimpulan FGD #4 tentang dilema tayangan acara tv di Indonesia adalah Bahwasanya memang benar, kejadian kegamangan tayangan televisi di Indonesia itu tidak bisa kita limpahkan ke salah satu pihak dan ada beberapa kalangan yang sudah terlibat didalamnya. Yaitu :
1.
Pemerintah, dia juga harus pro membuat suatu kebijakan kebijakan untuk bisa
mencerdaskan kehidupan bangsa baik melalui tayangan televisi Indonesia (selengkapnya)
Rabu, 09 Maret 2016
FGD #4 Dilema Tayangan Acara TV Di Indonesia
Dilema Tayangan Acara TV Di Indonesia
Deskripsi masalah :
Acara Televisi di Indonesia
semakin bervariasi. Jika dahulu acara paling favorit adalah acara-acara kuis,
sinetron, dan siaran langsung sepakbola, maka saat ini ada berbagai pilihan
acara televisi yang fresh dan inovatif.
Ada berbagai macam hal yang bisa dieksplor dari kebudayaan dan kehidupan masyarakat di Indonesia. Salah satu acara reality show yang menarik di salah satu stasiun TV, mengangkat kisah selengkapnya
Kesimpulan FGD#3 Pelemahan KPK
Pembicara : Shandy Kembara
Patria Dewata
Tidak dapat dipungkiri
bahwasanya permasalahan korupsi merupakan salah satu permasalahan paling utama
di Indonesia yang menciderai segala aspek kehidupan.
Korupsi telah berakar berkelip
di semua bidang kehidupan, tidak hanya itu korupsi memiliki resiko kerugian
yang berlipat ganda bagi kehidupan rakyat Indonesia. Perlu kita berantas dengan
segala cara.
Kemudian ada beberapa solusi
yang ditawarkan.... SelengkapnyaSenin, 07 Maret 2016
Wanita berliterasi dalam kejayaanya
Gerakan emansipasi wanita kini sudah banyak gencar diembuskan dengan mengibarkan bendera tanda menuntut diberbagai penjuru dunia yang mayoritas pejuangnya merupakan wanita.
Mulai dari gerakan wanita yang menuntut hak untuk bersuara dalam keterlibatannya terhadap pembangunan negara yang mayoritas merupakan pria.
Hingga dalam posisi pekerjaan yang bersifat leadership ataupun kontruksi dan teknik yang pekerjaan awalnya merupakan stigma hanya mampu dikerjakan oleh kaum pria.
Adanya feminisme kini juga kuat dengan opini-opininya menuntut hak wanita juga berkesempatan menjadi pemimpin dunia. (selengkapnya)
FGD#3 Pelemahan KPK
PELEMAHAN KPK
Deskripsi
masalah :
Dilema oh dilema, setelah banyak masalah menerpa negri ini.
Tak henti-henti pula masalah yang baru datang lagi. Hal yang masih begitu lekat
di benak kami sebagai mahasiswa adalah isu pelemahan yang dilakukan oleh
pemerintah dalam hal ini badan eksekutif yaitu DPR.
Yang paling genjar akan menjatuhkan KPK dengan
segala macam cara, mulai dari revisi undang-undang KPK, penangkapan para
pentolan KPK, hingga perubahan struktur kepengurusan KPK yang ... Selengkapnya...
Jumat, 04 Maret 2016
Tangis serakah dunia
Sungguh ku tulis dengan air mata yang mewakili dirinya, dalam malam panjang yang berlanjut pada paginya. Kehidupan yang tak setara dengan mereka yang tak senasib pada malam indah, berpesta ria disurga dunia ini.
Bersyukurlah kita pada Tuhan, karna dirumah kita tak menyimpan sawah seluas seperkecil dari alam raya ini. Tak menyimpan sapi yang setiap harinya menghasilkan kotoran sapi dalam bentuk wujud emas.
Dua beda nasib itu sama-sama akan mengalami kematian. Dunia yang membedakan mereka dalam tipe kesengsaraan. Keduanya memahami kesengsaraan bersama. Namun, bagai pinang dibelah dua tetaplah beda jua rasa nitmat dunianya.
Yang satu menikmati belantara kesengsaraan orang lain dengan haus duniawi. Yang satunya lagi memotori dirinya seakan sapi yang diperas keringatnya untuk membajak sawah dan menghasilkan air susunya. (selengkapnya)
Selasa, 01 Maret 2016
Kapitalis Nusantara
Tangisan Bumi Pertiwi Kulihat ibu pertiwi,
Sedang bersusah hati Air matamu berlinang,
Mas intanmu terkenang Hutan gunung sawah lautan,
Simpanan kekayaan Kini ibu sedang lara,
Merintih dan berdoa Kulihat ibu pertiwi,
Kami datang berbakti Lihatlah putra-putrimu,
Menggembirakan ibu Ibu kami tetap cinta,
Putramu yang setia Menjaga harta pusaka,
Untuk nusa dan bangsa Sebuah lirik lagu tentang bumi pertiwi ini mungkin bisa di jadikan sebuah jawaban atau gambaran yang terjadi di alam indonesia . Lagu yang populer di tahun 1950-1960 yang biasanya di nyanyikan di sekolah-sekolah dasar ,menceritakan sebuah Negara yang kaya raya dan makmur tapi tidak bisa mensejahterkan rakyatnya sehingga bumi pertiwi menangis dan berdoa.
Gambaran dalam lagu ini sama persis dengan gambaran indonesia pada saat ini. Di mana indonesia yang biasa kita dengar dengan sebutan “jannatun dunya “ atau surganya dunia.
Dengan memilki sumber daya alam yang melimpah seperti keanekaragaman hayati, minyak dan gas bumi hingga keindahan panorama alam tropis yang eksotis yang tersebar di sela-sela wilayah indonesia. Secara Logika ketika sebuah Negara memiliki sumber daya alam yang tumpah ruah baik di darat maupun di laut maka rakyat negara tersebut akan hidup makmur dan sejahtera. (Selengkapnya)
Langganan:
Komentar (Atom)












