Budaya tidak dapat terpisahkan dari bangsa ini karena
budaya telah ada jauh sebelum bangsa ini merdeka. Budaya atau kebudayaan
berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang berarti budi atau akal
yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Lahirnya budaya didalam lingkungan masyarakat menyangkut pola hidup secara
menyeluruh yang bersifat kompleks abstrak dan luas. Berbicara soal budaya maka
kita berbicara tentang jati diri atau identitas kelompok masyarakat yang
membentuk karakter, perilaku, kebiasaan, moral, dan mental setiap individu
didalamnya. Dalam membangun masyarakat berbudaya telah diwariskan sejak manusia
lahir, sehingga banyak orang menganggap budaya telah mendarah daging dalam jiwa
setiap manusia, jika budaya rusak maka akan menyebabkan banyak penyimpangan
didalam kelompok masyarakat. Dampak dari rusaknya budaya akan sangat
berpengaruh terhadap bergesernya nilai-nilai terutama pada generasi muda yang
sangat rentan terhadapa perubahan dan pengaruh buruk.
Indonesia
merupakan bangsa yang majemuk dengan keanekaragaman budaya didalamnya. Budaya
memiliki jangkauan yang luas menyangkut berbagai macam aspek yang terbentuk
dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, pakaian, bangunan, karya
seni serta bahasa. Perubahan budaya juga dapat mempengaruhi norma didalam suatu
masyarakat, karana dari budayalah norma tercipta sebagai pedoman perilaku untuk
melangsungkan kehidupan bersamasama dalam menjalankan interaksi sosial. Perubahan budaya merupakan sebuah gejala
berubahnya struktur sosial yang merupakan sebuah warisan dari generasi ke
generasi, kita tidak bisa memungkiri bahwa budaya selalu berkembang sesuai
dengan perkembangan zaman yang dipengaruhi oleh perubahan lingkungan, kemajuan
zaman, penetrasi, akulturasi, asimilasi, dan sintesis.
Kita telah berada
dizaman modernisasi yang saya anggap sebagai sebuah zaman perang antar buadaya
diamana expansi budaya-budaya yang masuk dalam lingkungan masyarakat bersifat
saling mengalahkan dimana budaya yang baru saling bergeser dengan budaya yang
telah ada. Salah satu contoh kecil yaitu banyak pada masyarakat terutama
genersi muda cenderung meniru gaya luar yang bertentangan dengan norma. Kita
harus pintar memilih mana yang sesuai dengan norma yang berlaku. Bukan berarti
kita anti terhadap budaya luar, tetapi mengikuti perkembangan zaman bukan berarti melupakan
budaya dan norma yang mengandung nilai-nilai yang mebentuk jati diri. Norma
merupakan benteng pelindung moral dalam kehidupan sosial budaya dimasyarakat.
Budaya asing yang masuk banyak bertentangan dengan norma yang merusak moral.
Pengaruh budaya asing tidak hanya mempengaruhi norma tapi juga sangat
mepengaruhi perekonomian bangsa ini yang justru sangat menguntungkan pihak
asing. Karena jika budaya asing melekat dalam benak generasi muda, maka mereka
akan cenderung meremehkan budaya sendiri, sehingga menjadi sangat konsumtif
karena ingin meniru budaya luar yang dianggap sebagai gaya hidup.
Di era reformasi
saat ini kebebasan telah merambah keberbagai lini kehidupan masyarakat yang
memiliki ikatan atau aturan sejak lama. Saat ini tidak dapat dipungkiri telah
banyak perubahan yang terjadi pada era reformasi ini. Perubahan budaya yang
berdamapak pada bergesernya nilai-nilai norma yang rentan terhadap rekradasi
moral para generasi muda penerus bangsa ini. Hal ini sanagat wajar karena
perkembangan teknologi dan informasi pada era globalisasi sangat signifikan
dengan perkembangan jiwa generasi muda, kemajuan dunia globalisasi yang semakin
menantang generasi muda tentunya harus dimimbangi dengan penguatan nilai-nilai
budaya yang bersifat ajaran moral yang terkandung didalam norma yang berlaku
didalam lingkungan masyarakat. Rusaknya budaya
merupakan sumber rusaknya moral, moralitas generasi penerus bangsa
sekarang ini menurut beberapa penelitian para pakar psikologi sudah sangat
memperihatinkan, karena 75% dari generasi muda indonesia sudah terjebak dalam
kehidupan bebas. Salah satu penyebab utamanya yaitu pengaruh budaya asing,
budaya asing seakan-akan membaur dengan budaya asli, sehingga tidak disadari
bahawa ini adalah serangan terhadapa budaya kita. Budaya luar masuk secara
halus dan perlahan sehingga kedatangannya tidak disadari dampak buruknya dan
sasaran yang sangat mudah terpengaruh adalah generasi muda.
Kita tidak
menyadari bahwa budayaa kita telah terjajah. Penjajahan adalah dimana bangsa
luar mengambil alih bangsa lain dan menjadikan bangsa itu sebagai penghasilan
negara yang menjajahnya. Penjajahan saat ini telah menjadi banyak bentuk bahkan
tanpa kita sadari, dalam bidang ekonomi dan budaya. Secara tidak langsung secara budaya
perlahan-lahan semakin diambil alih hingga kita tidak menjadi diri kita sendiri
yaitu ekonomi yang dikuasai, jati diri yang hilang, perilaku dan sikap yang
sudah tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh norma yang berlaku
dimasyarakat. Penjajahan budaya tidak bisa disangkal lagi karena saat ini apa
yang ada disekitar lingkungan kita banyak yang berasal budaya asing. Jika
budaya kita terjajah hingga budaya asing mendominasi budaya asli, maka semakin
lama kita cenderung meninggalkan dan melupakan budaya kita sendiri. Bagaimana
jika budaya asing yang masuk justru merusak moral generasi muda penerus bangsa
ini. Apa yang akan terjadi jika para generasi muda yang menjadi penerus bangsa
ini justru menjadi pengrusak bangsa.
Ketika kita
melupakan jati diri bangsa dan tidak menjadi diri sendiri lalu kita cenderung
terhadapa budaya asing. Maka negara-negara asing yang memiliki banyak
kepentingan di negara kita akan mendapat banyak keuntungan dari bergesernya
budaya kita yang cenderung mengikuti budaya asing, lalu kita akan menjadi
masyarakat yang konsumtif sehingga sangat yang justru sangat merugikan kita.
Jika penerus harapan bangsa yang berada ditangan generasi muda tidak mengenal
budaya sendiri menjadi tidak bermoral maka kita akan sangat mudah dikendalikan
pihak asing.
Bagi pihak asing
yang memiliki kepentingan sangat mudah untuk melakukan semua itu, karena
melihat generasi kita yang mudah terpengaruh karena kita tidak menjadikan
budaya sebagai pondasi jati diri yang kokoh dalam menghadapi tantangan global.
Namun hal tersebut dapat kita cegah dengan meperkuat pondasi bangsa, yaitu
budaya asli yang mengandung norma-norma ditanamkan dalam jiwa generasi muda
bahkan sedari diini diajarkan untuk mencintai budaya sendiri. Dengan
melestarikan setiap aspek budaya maka pondasi bangsa kita tetap kokoh.
Buadaya asing
memang tidak seluruhnya negatif, ada juga yang bisa dijadikan pelajaran. Kita
bisa belajar dari bagaimana mereka mencintai budaya sendiri, sehingga diera
globalisasi saat ini budaya mereka tetap bertahan. Sehingga budaya mereka yang
dipertahankan dan mengikuti perkembangan zaman dapat menjadi tren diberbagai
negara. Dimasa yang serba cepat ini, kita harus pintar memilih mana yang baik
dan yang buruk. Semua tergantung bagaimana kita menyaring informasi-informasi
yang kita peroleh. Peran orangtua, lingkungan masyarakat, pendidikan, bahkan
pemerintah sangatlah penting dalam memperkuat pondasi budaya bangsa ini
terutama generasi muda penerus bangsa. Karena ketika generasi muda kehilangan
jati diri maka bangsa ini kedepannya akan seperti apa rusaknya, akan jauh
berbeda dengan generasi sebelumnya dimana kita tidak menjadi diri sendiri
dengan budaya yang jauh berbeda. Sangatlah penting untuk menjaga keaslian
budaya kita, karena dengan begitu moral para penerus bangsa tetap terjaga
dimasa yang akan datang.
Ditulis oleh : Rial Hadi Rahmawan





