Minggu, 28 Mei 2017

BUDAYA KITA TERJAJAH

Budaya tidak dapat terpisahkan dari bangsa ini karena budaya telah ada jauh sebelum bangsa ini merdeka. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang berarti budi atau akal yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Lahirnya budaya didalam lingkungan masyarakat menyangkut pola hidup secara menyeluruh yang bersifat kompleks abstrak dan luas. Berbicara soal budaya maka kita berbicara tentang jati diri atau identitas kelompok masyarakat yang membentuk karakter, perilaku, kebiasaan, moral, dan mental setiap individu didalamnya. Dalam membangun masyarakat berbudaya telah diwariskan sejak manusia lahir, sehingga banyak orang menganggap budaya telah mendarah daging dalam jiwa setiap manusia, jika budaya rusak maka akan menyebabkan banyak penyimpangan didalam kelompok masyarakat. Dampak dari rusaknya budaya akan sangat berpengaruh terhadap bergesernya nilai-nilai terutama pada generasi muda yang sangat rentan terhadapa perubahan dan pengaruh buruk. 
   Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan keanekaragaman budaya didalamnya. Budaya memiliki jangkauan yang luas menyangkut berbagai macam aspek yang terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, pakaian, bangunan, karya seni serta bahasa. Perubahan budaya juga dapat mempengaruhi norma didalam suatu masyarakat, karana dari budayalah norma tercipta sebagai pedoman perilaku untuk melangsungkan kehidupan bersamasama dalam menjalankan interaksi sosial.  Perubahan budaya merupakan sebuah gejala berubahnya struktur sosial yang merupakan sebuah warisan dari generasi ke generasi, kita tidak bisa memungkiri bahwa budaya selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman yang dipengaruhi oleh perubahan lingkungan, kemajuan zaman, penetrasi, akulturasi, asimilasi, dan sintesis. 
   Kita telah berada dizaman modernisasi yang saya anggap sebagai sebuah zaman perang antar buadaya diamana expansi budaya-budaya yang masuk dalam lingkungan masyarakat bersifat saling mengalahkan dimana budaya yang baru saling bergeser dengan budaya yang telah ada. Salah satu contoh kecil yaitu banyak pada masyarakat terutama genersi muda cenderung meniru gaya luar yang bertentangan dengan norma. Kita harus pintar memilih mana yang sesuai dengan norma yang berlaku. Bukan berarti kita anti terhadap budaya luar, tetapi mengikuti  perkembangan zaman bukan berarti melupakan budaya dan norma yang mengandung nilai-nilai yang mebentuk jati diri. Norma merupakan benteng pelindung moral dalam kehidupan sosial budaya dimasyarakat. Budaya asing yang masuk banyak bertentangan dengan norma yang merusak moral. Pengaruh budaya asing tidak hanya mempengaruhi norma tapi juga sangat mepengaruhi perekonomian bangsa ini yang justru sangat menguntungkan pihak asing. Karena jika budaya asing melekat dalam benak generasi muda, maka mereka akan cenderung meremehkan budaya sendiri, sehingga menjadi sangat konsumtif karena ingin meniru budaya luar yang dianggap sebagai gaya hidup.
   Di era reformasi saat ini kebebasan telah merambah keberbagai lini kehidupan masyarakat yang memiliki ikatan atau aturan sejak lama. Saat ini tidak dapat dipungkiri telah banyak perubahan yang terjadi pada era reformasi ini. Perubahan budaya yang berdamapak pada bergesernya nilai-nilai norma yang rentan terhadap rekradasi moral para generasi muda penerus bangsa ini. Hal ini sanagat wajar karena perkembangan teknologi dan informasi pada era globalisasi sangat signifikan dengan perkembangan jiwa generasi muda, kemajuan dunia globalisasi yang semakin menantang generasi muda tentunya harus dimimbangi dengan penguatan nilai-nilai budaya yang bersifat ajaran moral yang terkandung didalam norma yang berlaku didalam lingkungan masyarakat. Rusaknya budaya  merupakan sumber rusaknya moral, moralitas generasi penerus bangsa sekarang ini menurut beberapa penelitian para pakar psikologi sudah sangat memperihatinkan, karena 75% dari generasi muda indonesia sudah terjebak dalam kehidupan bebas. Salah satu penyebab utamanya yaitu pengaruh budaya asing, budaya asing seakan-akan membaur dengan budaya asli, sehingga tidak disadari bahawa ini adalah serangan terhadapa budaya kita. Budaya luar masuk secara halus dan perlahan sehingga kedatangannya tidak disadari dampak buruknya dan sasaran yang sangat mudah terpengaruh adalah generasi muda.    
    Kita tidak menyadari bahwa budayaa kita telah terjajah. Penjajahan adalah dimana bangsa luar mengambil alih bangsa lain dan menjadikan bangsa itu sebagai penghasilan negara yang menjajahnya. Penjajahan saat ini telah menjadi banyak bentuk bahkan tanpa kita sadari, dalam bidang ekonomi dan budaya.  Secara tidak langsung secara budaya perlahan-lahan semakin diambil alih hingga kita tidak menjadi diri kita sendiri yaitu ekonomi yang dikuasai, jati diri yang hilang, perilaku dan sikap yang sudah tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh norma yang berlaku dimasyarakat. Penjajahan budaya tidak bisa disangkal lagi karena saat ini apa yang ada disekitar lingkungan kita banyak yang berasal budaya asing. Jika budaya kita terjajah hingga budaya asing mendominasi budaya asli, maka semakin lama kita cenderung meninggalkan dan melupakan budaya kita sendiri. Bagaimana jika budaya asing yang masuk justru merusak moral generasi muda penerus bangsa ini. Apa yang akan terjadi jika para generasi muda yang menjadi penerus bangsa ini justru menjadi pengrusak bangsa.
   Ketika kita melupakan jati diri bangsa dan tidak menjadi diri sendiri lalu kita cenderung terhadapa budaya asing. Maka negara-negara asing yang memiliki banyak kepentingan di negara kita akan mendapat banyak keuntungan dari bergesernya budaya kita yang cenderung mengikuti budaya asing, lalu kita akan menjadi masyarakat yang konsumtif sehingga sangat yang justru sangat merugikan kita. Jika penerus harapan bangsa yang berada ditangan generasi muda tidak mengenal budaya sendiri menjadi tidak bermoral maka kita akan sangat mudah dikendalikan pihak asing. 
  Bagi pihak asing yang memiliki kepentingan sangat mudah untuk melakukan semua itu, karena melihat generasi kita yang mudah terpengaruh karena kita tidak menjadikan budaya sebagai pondasi jati diri yang kokoh dalam menghadapi tantangan global. Namun hal tersebut dapat kita cegah dengan meperkuat pondasi bangsa, yaitu budaya asli yang mengandung norma-norma ditanamkan dalam jiwa generasi muda bahkan sedari diini diajarkan untuk mencintai budaya sendiri. Dengan melestarikan setiap aspek budaya maka pondasi bangsa kita tetap kokoh.
   Buadaya asing memang tidak seluruhnya negatif, ada juga yang bisa dijadikan pelajaran. Kita bisa belajar dari bagaimana mereka mencintai budaya sendiri, sehingga diera globalisasi saat ini budaya mereka tetap bertahan. Sehingga budaya mereka yang dipertahankan dan mengikuti perkembangan zaman dapat menjadi tren diberbagai negara. Dimasa yang serba cepat ini, kita harus pintar memilih mana yang baik dan yang buruk. Semua tergantung bagaimana kita menyaring informasi-informasi yang kita peroleh. Peran orangtua, lingkungan masyarakat, pendidikan, bahkan pemerintah sangatlah penting dalam memperkuat pondasi budaya bangsa ini terutama generasi muda penerus bangsa. Karena ketika generasi muda kehilangan jati diri maka bangsa ini kedepannya akan seperti apa rusaknya, akan jauh berbeda dengan generasi sebelumnya dimana kita tidak menjadi diri sendiri dengan budaya yang jauh berbeda. Sangatlah penting untuk menjaga keaslian budaya kita, karena dengan begitu moral para penerus bangsa tetap terjaga dimasa yang akan datang.
Ditulis oleh : Rial Hadi Rahmawan

Sabtu, 27 Mei 2017

Dies Natalis 26





Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Mahasiswa Penalaran, Penelitian, Penerbitan kampus atau biasa disebut UKM Fordimapelar berdiri pada tahun 1991. Tahun ini, UKM Fordimapelar telah mencapai umur 26. Umur yang cukup dewasa. Sebagai rasa syukur dan mengumpulkan kembali keluarga besar UKM Fordimapelar, pengurus periode 2017 membuat perayaan dies natalis yang bertema "One Spirit to Solidarity and Educate the Fellows" dengan dua serangkain acara yaitu:
1. Bakti sosial bersama anak yatim piatu
2. Temu keluarga UKM Fordimapelar

Dalam bakti sosial, kami berbagi rezeki dan memberikan sedikit motivasi kepada teman - teman di panti asuhan. Sedangkan temu keluarga UKM Fordimapelar akan diadakan di hari kedua di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya untuk merekatkan kembali rasa kekeluargaan antar pembina, alumni, anggota, dan pengurus UKM Fordimapelar. Jangan lupa nantikan informasi selanjutnya tentang Dies Natalis 26!!!

Contact person: 087702474579 (Intan)
Instagram         : ukmfordimapelar
Line ID            : @gqo2687f
Facebook         : Fordimapelar Untag Surabaya