Rabu, 18 Februari 2015

Dasjuk (dasar dasar jurnalistik)


Ruang Lingkup Dasar-Dasar Jurnalistik

Dasar-Dasar Jurnalistik adalah hal-hal mendasar tentang dunia jurnalistik yang meliputi dua hal:
  1. Pengetahuan (knowledge)
  2. Keterampilan (skill) jurnalistik
Dasar-Dasar Jurnalistik dalam hal pengetahuan yang terpenting adalah pengetahuan tentang "istilah-istilah kunci" (key terms) atau "kata kunci" (keywords) seperti sejarah dan asal-usul kata jurnalistik itu sendiri, pengertian jurnalistik, produk jurnalistik, berita, reportase, kode etik jurnalistik, bahasa jurnalistik, pers, media, wartawan, reporter, redaksi, editor, dan sebagainya.

Dasar-Dasar Jurnalistik dalam hal keterampilan yang terpenting adalah teknik reportase, termasuk wawancara, dan penulisan berita karena berita merupakan produk utama jurnalistik sekaligus karya utama wartawan (jurnalis).

Pengertian Jurnalistik

Pengertian istilah jurnalistik dapat ditinjau dari tiga sudut pandang:
  1. Harfiyah
  2. Konseptual/Teoretis
  3. Praktis
Secara harfiyah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day). Asal-muasal kata jurnalistik dari bahasa Yunani Kuno, “du jour” yang berarti hari, yakni kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran tercetak.

Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang:
  1. Proses.
  2. Teknik.
  3. Ilmu.
Sebagai proses, jurnalistik adalah “aktivitas” mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis).

Sebagai teknik, jurnalistik adalah “keahlian” (expertise) atau “keterampilan” (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara.

Sebagai ilmu, jurnalistik adalah “bidang kajian” mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa.

Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri. Sebaga ilmu, jurnalistik termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.

Secara praktis, jurnalistik adalah proses pembuatan informasi atau berita (news processing) dan penyebarluasannya melalui media massa.

Dari pengertian jurnalistik secara praktis ini, kita dapat melihat adanya empat komponen dalam dunia jurnalistik:
  1. Informasi
  2. Penyusunan informasi
  3. Penyebarluasan informasi
  4. Media massa.

Informasi : News & Views

Informasi adalah pesan, ide, laporan, keterangan, atau pemikiran. Dalam dunia jurnalistik, informasi dimaksud adalah news (berita) dan views (opini).

Berita adalah laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita (news values) –aktual, faktual, penting, dan menarik. Berita disebut juga “informasi terbaru”. Jenis-jenis berita a.l.
  1. Berita langsung (Straight News/Spot News/Hard News)
  2. Berita opini (opinion news)
  3. Berita investigasi (investigative news)
  4. Berita ringan (Soft News)
Views adalah pandangan atau pendapat mengenai suatu masalah atauperistiwa. Jenis informasi ini a.l. kolom, tajukrencana, artikel, suratpembaca, karikatur, pojok, dan esai.

Ada juga tulisan yang tidak termasuk berita juga tidak bisa disebut opini, yakni feature, yang merupakan perpaduan antara news dan views. Jenis feature yang paling populer adalah feature tips (how to do it feature), feature biografi, feature catatan perjalanan/petualangan, dan feature human interest.

Fordimapelar

Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Mahasiswa Penelitian, Penalaran, dan Penerbitan Kampus, atau yang lebih dikenal oleh mahasiswa untag sebagai UKM FORDIMAPELAR merupakan satu-satunya UKM di lingkup Kampus UNTAG Surabaya yang bergerak dibidang penalaran berdiri pada tanggal 17 Agustus 1991 dengan didasari oleh rasa keinginan besar untuk menghidupkan iklim diskusi guna mengasah alat fikir (Otak) sebagai kekayaan termahal manusia. Sebagi organisasi yang bergerak di bidang penalaran, maka UKM FORDIMAPELAR juga dilengkapi oleh 4 bidang penunjang tujuannya (Menciptakan generasi akademis yang memiliki wawasan kebangsaan, serta membina pribadi untuk menjadi insan yang intelektual).
  1. Bidang Diskusi & Penalaran
    Bidang ini dikenal sebagai jantung FORDIMAPELAR, oleh karena sebagian besar program kerja UKM ini mengarah pada penggunaan daya nalar (Diskusi).

  2. Bidang Jurnalistik
    sebagai bentuk tanggung jawab untuk menghidupkan iklim ilmiah di lingkungan kampus, maka diterbitkanlah Jurnal Pemikiran 'OASE' sebagai wadah untuk menuangkan kreatifitas mahasiswa. Bidang ini juga mulai merintis Jurnal Online dengan alamat web yang sama dengan nama organisasinya. fordimapelar.blogspot.com

  3. Bidang Penelitian
    Pengamatan dan penilitan secara langsung terhadap fenomeran yang terjadi di lingkungan sekitar, merupakan langkah kongkrit yang kemudian ditindaklanjuti dengan usulan pemecahan masalah.

  4. Bidang Pembinaan & Pengkaderan
    Merupakan sub bidang FORDIMAPELAR yang khusus untuk membina serta mengarahkan anggota baru maupun lama guna tercapainya regenerasi yang siap bersaing baik lewat tatanan wacana (tulis) maupun lisan.